"Mulai latihan beban, enggak perlu langsung berat. Minimal dua kali seminggu sesuai saran WHO untuk orang dewasa di semua usia. Konsistensi lebih penting daripada intensitas. Dalam penelitian yang sama, saat latihan dihentikan total, 32 persen kekuatan yang sudah dibangun hilang hanya dalam empat minggu. Lebih baik rutin latihan ringan daripada sesekali latihan berat," tulis dr. Cecep dalam takarir unggahannya.
Ia juga menyarankan agar latihan difokuskan pada gerakan fungsional, seperti squat, mengangkat, mendorong, dan menarik, karena gerakan tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari. Selain itu, kebutuhan protein harian juga harus tercukupi untuk mendukung pemulihan dan pembentukan otot.
"Prioritaskan gerakan fungsional seperti squat, angkat, dorong, dan tarik. Gerakan ini berkaitan langsung dengan aktivitas harian, seperti bangun dari kursi atau mengangkat belanjaan, bukan hanya membentuk otot yang terlihat. Jangan lupa cukupi kebutuhan protein harian sebagai bahan baku pemulihan dan pembentukan otot," tambahnya.
Meski latihan beban umumnya aman dilakukan, dr. Cecep mengingatkan bahwa orang dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, tekanan darah yang tidak terkontrol, osteoporosis, nyeri sendi yang menetap, atau yang sedang dalam masa pemulihan setelah cedera maupun operasi, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai program latihan.
"Kalau ada nyeri sendi yang tajam atau menetap, riwayat penyakit jantung, tekanan darah yang tidak terkontrol, osteoporosis, atau baru selesai cedera maupun operasi, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memulai latihan beban," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.