Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Dianggap Sehat, 5 Makanan Ini Ternyata Bikin Gula Darah Naik

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 23 Juli 2026 |15:05 WIB
Sering Dianggap Sehat, 5 Makanan Ini Ternyata Bikin Gula Darah Naik
Ilustrasi makanan sehat ternyata bikin gula darah naik. (Foto: dok Magnific/azerbaijan_stockers)
A
A
A

JAKARTA - Sebagian orang berusaha makan makanan sehat demi mengontrol gula darah. Tapi, hati-hati! Jangan sampai kamu malah masuk ke perangkap makanan yang "seolah-olah sehat". 

Dilansir dari The Standard, Ahli Gizi dan mantan Ketua Asosiasi Kesehatan Anti-Penuaan, Xie Ming-zhe, mengingatkan bahwa ada lima makanan yang kelihatannya sehat, tapi diam-diam berisiko menaikkan gula darah dengan cepat.

Ia bercerita tentang temannya yang bingung, "Pola makan saya sudah sangat sehat, kok gula darah saya tetap tinggi, ya?" Ternyata, kombinasi sarapan seperti bubur wijen hitam, makan siang pakai beras ungu, atau ngemil sore dengan susu oat dan buah kering bisa jadi penyebabnya.

Berikut adalah 5 makanan yang menyembunyikan risiko tinggi bagi gula darah:

1. Ketan Hitam atau Beras Ungu

Banyak yang mengira ketan hitam lebih sehat daripada beras putih. Padahal, ketan atau beras ini termasuk jenis beras ketan yang sangat cepat dicerna di saluran pencernaan. Akibatnya, gula darah bisa melonjak tajam setelah makan. Indeks glikemik (GI) beras ungu bahkan lebih tinggi dibandingkan beras putih biasa.

2. Bubuk Biji-bijian Instan (Sereal atau Wijen Hitam)

Menggiling biji-bijian utuh menjadi bubuk halus akan mempercepat proses pencernaannya di dalam perut. Ditambah lagi, produk bubuk sereal atau biji-bijian instan yang praktis diseduh ini biasanya sudah ditambahkan banyak gula atau maltodekstrin dari pabrik agar rasanya lebih enak.

3. Susu Oat (Oat Milk)

Susu oat belakangan ini sangat populer, tetapi pada dasarnya minuman ini sarat akan karbohidrat. Kandungan protein dan kalsiumnya jauh lebih rendah dibandingkan susu sapi atau kedelai. 

Selain itu, banyak susu oat kemasan yang mengandung minyak sayur atau telah melewati proses kimiawi tertentu, sehingga membuat indeks glikemiknya lebih tinggi daripada makan gandum utuh.

4. Buah Kering

Saat proses pengeringan, air pada buah akan hilang dan ukurannya menyusut, tetapi kandungan gulanya menjadi sangat pekat. Tidak hanya itu, banyak buah kering komersial (seperti kismis atau cranberry) yang diberi tambahan gula ekstra saat diproses untuk menyeimbangkan rasa asam aslinya.

5. Bubur Beras Cokelat dan Bubur Oat

Beras cokelat dan gandum utuh memang sangat bagus sebagai makanan pokok karena rendah GI. Tapi, ceritanya bakal beda kalau sudah dimasak lama menjadi bubur yang lembek dan lengket. 

Proses memasak dengan suhu tinggi dalam waktu lama akan merusak struktur patinya. Hal ini bikin bubur lebih gampang diserap usus, yang akhirnya mempercepat naiknya gula darah.

Lalu, Bagaimana Solusinya?

Xie Ming-zhe mengingatkan bahwa makanan-makanan di atas tidak mutlak dilarang karena tetap punya nilai gizi. Hanya saja, kamu harus waspada porsinya.

Sebagai solusi terbaik, pilihlah whole foods (makanan utuh) yang minim proses pengolahan dan butuh dikunyah lebih lama. Makanan jenis ini jauh lebih bersahabat untuk menjaga kestabilan gula darahmu.

Waspada Gejala Awal Diabetes

Jika gula darah sering dibiarkan tinggi, tubuh perlahan bisa masuk ke fase pradiabetes atau diabetes. Beberapa tanda awal yang perlu kamu perhatikan antara lain: sering merasa sangat haus dan lapar, sering buang air kecil, berat badan turun tanpa sebab, gampang lelah, pandangan kabur, dan luka yang lama keringnya.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement