"Risiko tersedak (choking) dan aspirasi (makanan masuk ke paru-paru) sangat tinggi," jelasnya.
Selain itu, sistem pencernaan bayi berusia dua minggu juga belum berkembang secara optimal. Menurut dr. Adam, usus bayi belum mampu menghasilkan enzim dalam jumlah yang cukup untuk mencerna karbohidrat kompleks, protein, maupun serat yang terkandung dalam bubur.
Akibatnya, pemberian makanan padat terlalu dini dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, hingga malnutrisi.
Di akhir unggahannya, dr. Adam mengingatkan para calon orang tua maupun orang tua agar membekali diri dengan pengetahuan yang memadai mengenai perawatan bayi sebelum mengasuh anak.
"Tolong para orang tua belajar sebaik-baiknya sebelum memutuskan punya anak, supaya enggak ada kejadian seperti ini," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.