Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hernia Anak Harus Segera Ditangani, Picu Komplikasi Serius jika Diabaikan

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Sabtu, 11 Juli 2026 |17:22 WIB
Hernia Anak Harus Segera Ditangani, Picu Komplikasi Serius jika Diabaikan
Hernia Anak Harus Segera Ditangani, Picu Komplikasi Serius jika Diabaikan (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Benjolan di lipat paha atau kantong kemaluan yang muncul saat anak menangis atau aktif bergerak sering kali dianggap tidak berbahaya. Padahal kondisi ini bisa jadi adalah tanda hernia inguinalis.


Di mana kondisi tersebut berisiko menimbulkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani. Dokter Spesialis Bedah Anak Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Kozzy, Sp.BA, menjelaskan bahwa hernia inguinalis adalah kondisi ketika jaringan atau usus keluar melalui celah pada otot yang lemah. 


Berbeda dengan hernia umbilikalis, hernia inguinalis biasanya tidak dapat menutup sendiri sehingga memerlukan pemeriksaan dokter.


“Hernia pada anak sering kali terlihat sebagai benjolan yang hilang-timbul. Walaupun anak tampak aktif, orang tua sebaiknya memeriksakan kondisi tersebut agar penyebabnya dapat dipastikan,” ujar dr. Kozzy.

Bahaya Hernia pada Anak


Menurutnya, bahaya utama hernia inguinalis adalah ketika jaringan atau usus yang keluar melalui celah hernia terjepit. Kondisi ini dapat menghambat aliran darah menuju jaringan tersebut dan berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan apabila tidak segera ditangani.


Jika sudah terjadi penjepitan, anak dapat mengalami nyeri hebat yang disertai muntah, perut kembung, hingga kondisi yang membutuhkan tindakan operasi segera.


“Bila benjolan terasa keras, nyeri, tidak bisa masuk kembali, atau disertai muntah, anak sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” jelas dr. Kozzy.


Selain itu, orang tua juga perlu waspada apabila benjolan tampak membesar, berwarna kemerahan, terasa keras saat disentuh, atau anak menjadi lemas dan tidak mau makan. Gejala-gejala itu dapat menandakan bahwa hernia telah mengalami komplikasi.


Kasus ini dapat ditangani dengan herniotomy. Yaitu tindakan operasi untuk mengembalikan jaringan ke posisi semula dan menutup celah hernia agar tidak muncul kembali.


Dalam beberapa kasus, prosedur ini dapat dilakukan menggunakan teknik laparoskopi melalui sayatan kecil dengan bantuan kamera. Namun penindakan ini tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.


“Pendekatan laparoskopi dapat menjadi pilihan pada kasus tertentu. Namun, setiap anak perlu dinilai secara individual agar tindakan sesuai dengan kondisinya,” tutup dr. Kozzy.
 

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement