Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Punya Benjolan di Paha? Hati-Hati Tanda Hernia

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Sabtu, 11 Juli 2026 |15:12 WIB
Anak Punya Benjolan di Paha? Hati-Hati Tanda Hernia
Anak Punya Benjolan di Paha? Hati-Hati Tanda Hernia (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA Benjolan yang muncul di lipat paha, kantong kemaluan, atau pusar anak sering kali dianggap hal biasa, terutama jika menghilang saat anak berhenti menangis atau beristirahat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi gejala hernia yang memerlukan pemeriksaan dokter agar tidak menimbulkan komplikasi.

Hernia terjadi ketika jaringan atau organ di dalam rongga perut menonjol keluar melalui celah atau bagian otot yang lemah. Kondisi ini dapat dialami bayi sejak lahir hingga anak-anak yang berusia lebih besar.

Dokter Spesialis Bedah Anak Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Kozzy, Sp.BA, menjelaskan bahwa hernia pada anak umumnya ditandai dengan benjolan yang muncul dan menghilang.

"Hernia pada anak sering kali terlihat sebagai benjolan yang hilang timbul. Walaupun anak tampak aktif, orang tua sebaiknya memeriksakan kondisi tersebut agar penyebabnya dapat dipastikan," ujar dr. Kozzy.

Jenis hernia yang paling sering dialami anak adalah hernia inguinalis, yakni hernia yang muncul di area lipat paha. Pada anak laki-laki, benjolan bahkan dapat turun hingga kantong kemaluan, sedangkan pada anak perempuan dapat terlihat di area labia.

Selain itu, anak juga dapat mengalami hernia umbilikalis, yaitu benjolan yang muncul di area pusar. Hernia inguinalis pada bayi cukup bulan diperkirakan terjadi pada sekitar 8–50 kasus per 1.000 kelahiran hidup, dengan risiko yang lebih tinggi pada bayi yang lahir prematur.

Menurut dr. Kozzy, hernia inguinalis biasanya lebih mudah terlihat ketika anak menangis, batuk, mengejan, berdiri, atau aktif bergerak.

Gejala Hernia

Orang tua perlu mewaspadai beberapa tanda berikut:

  • Benjolan di lipat paha, kantong kemaluan, atau labia yang muncul hilang timbul.
  • Benjolan mengecil saat anak berbaring atau dalam keadaan tenang.
  • Anak tampak rewel, merasa tidak nyaman, atau mengeluhkan nyeri di sekitar benjolan.
  • Area benjolan menjadi kemerahan, membesar, atau terasa keras.
  • Benjolan tidak dapat masuk kembali.
  • Anak mengalami muntah, perut kembung, demam, lemas, atau tidak mau makan.

Hernia inguinalis tidak boleh dianggap sepele karena umumnya tidak dapat menutup dengan sendirinya. Jika tidak ditangani, jaringan atau usus yang keluar melalui celah hernia dapat terjepit sehingga mengganggu aliran darah.

Kondisi tersebut berisiko menimbulkan nyeri hebat, muntah, perut kembung, hingga kerusakan jaringan yang memerlukan penanganan medis segera.

"Bila benjolan terasa keras, nyeri, tidak bisa masuk kembali, atau disertai muntah, anak sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan," kata dr. Kozzy.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement