Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos atau Fakta: Gagal Ginjal Selalu Diawali Nyeri Pinggang?

Djanti Virantika , Jurnalis-Kamis, 09 Juli 2026 |17:05 WIB
Mitos atau Fakta: Gagal Ginjal Selalu Diawali Nyeri Pinggang?
Nyeri pinggang. (Foto: Freepik)
A
A
A

NYERI pinggang kerap dianggap sebagai tanda awal gagal ginjal. Tak heran, keluhan ini sering membuat seseorang khawatir bahwa fungsi ginjalnya sedang bermasalah.

Namun, benarkah anggapan tersebut? Ataukah pandangan soal nyeri pinggang sebagai tanda awal gagal ginjal hanya mitos semata?

1. Gagal Ginjal Selalu Diawali Nyeri Pinggang?

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Rosandi Himawan, Sp.PD, dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone, menegaskan bahwa anggapan tersebut merupakan mitos. Menurutnya, gagal ginjal tidak selalu diawali dengan nyeri pinggang.

"Banyak pasien datang ke poliklinik dan bertanya, 'Dok, saya nyeri pinggang, ini ginjal atau bukan ya?' Mereka sering mengaitkan nyeri pinggang dengan gangguan ginjal. Padahal, belum tentu demikian," ujar dr. Rosandi.

dr. Rosandi menjelaskan bahwa penyebab nyeri pinggang yang paling sering justru berasal dari gangguan otot, terutama pada punggung bagian bawah. Kebiasaan duduk terlalu lama, kurang melakukan peregangan (stretching), postur tubuh yang kurang baik, atau aktivitas fisik tertentu dapat memicu keluhan tersebut.

"Nyeri pinggang lebih sering disebabkan oleh gangguan otot dibandingkan gagal ginjal," jelasnya.

 

2. Ada Masalah Ginjal yang Juga Ditandai Nyeri Pinggang

nyeri pinggang

Meski begitu, bukan berarti gangguan ginjal tidak bisa menimbulkan nyeri. Pada beberapa kondisi, seperti batu ginjal, pasien memang dapat merasakan nyeri di area pinggang. Namun, keluhan tersebut tidak secara otomatis menunjukkan seseorang mengalami gagal ginjal.

Gagal ginjal sendiri sering kali berkembang secara perlahan dan pada tahap awal dapat tidak menimbulkan gejala yang khas. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, sangat penting untuk mendeteksi gangguan fungsi ginjal sejak dini.

Apabila nyeri pinggang disertai gejala lain seperti perubahan jumlah urine, bengkak pada kaki atau wajah, tekanan darah tinggi, demam, atau nyeri yang semakin berat dan tidak kunjung membaik, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang tepat.

“Jadi itu tadi, tidak selalu, ginjal itu gejalanya nyeri pinggang. Bisa untuk pasien yang ada batu ginjal, itu juga keluhannya nyeri pinggang. Tapi itu tidak selalu,” tutup dr. Rosandi.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement