Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karbohidrat atau Protein, Mana yang Lebih Baik untuk Sarapan?

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Rabu, 08 Juli 2026 |07:03 WIB
Karbohidrat atau Protein, Mana yang Lebih Baik untuk Sarapan?
Ilustrasi karbohidrat dan protein. (Foto: dok Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Masih banyak orang menganggap sarapan tinggi protein lebih sehat dibandingkan karbohidrat. Namun tak sedikit pula yang memilih sarapan dengan makanan tinggi karbohidrat.

Menurut ahli gizi, solusi yang tepat bukan memilih salah satunya. Protein dan karbohidrat memiliki fungsi yang berbeda sehingga saling melengkapi.  

Protein dicerna lebih lambat dan tidak secara langsung meningkatkan kadar gula darah. Nutrisi ini membantu menjaga rasa kenyang lebih lama, mendukung pembentukan serta perbaikan otot, dan membutuhkan lebih banyak energi saat dicerna sehingga turut meningkatkan metabolisme tubuh.  

Sementara itu, karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. Setelah dikonsumsi, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa yang digunakan sebagai bahan bakar untuk beraktivitas. 

Karbohidrat kompleks, seperti oatmeal, roti gandum utuh, buah, dan kacang-kacangan, juga mengandung serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus membuat kenyang lebih lama.  

Kebutuhan protein dan karbohidrat setiap orang pun berbeda. Tergantung kondisi kesehatan dan tujuan masing-masing. Misalnya, bagi yang ingin mengontrol gula darah mungkin lebih membutuhkan protein. Sementara atlet atau orang yang aktif berolahraga memerlukan karbohidrat yang cukup sebagai sumber energi.  

Untuk protein, kebutuhan harian orang dewasa umumnya sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan. Bahkan menurut penelitian, mengonsumsi sekitar 20 hingga 40 gram protein saat sarapan dapat membantu mengendalikan nafsu makan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.  

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement