Setelah orgasme, tubuh memasuki fase yang dikenal sebagai refractory period, yaitu masa pemulihan sebelum mampu mengalami ereksi kembali.
Lamanya fase ini berbeda pada setiap pria. Ada yang hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit, sementara yang lain memerlukan waktu hingga beberapa jam sebelum dapat kembali berhubungan seksual.
7. Stres dan Kelelahan
Kondisi mental memiliki peran besar terhadap fungsi seksual. Saat mengalami stres atau kecemasan, tubuh memproduksi hormon kortisol yang dapat menghambat kerja testosteron.
Akibatnya, gairah seksual menurun dan ereksi menjadi lebih sulit terjadi. Stres juga dapat menciptakan lingkaran masalah ketika seseorang mulai cemas akan performanya di ranjang, sehingga gangguan ereksi terus berulang.
8. Berhubungan dengan Pasangan Baru
Sebagian pria mengalami kesulitan ereksi saat pertama kali berhubungan dengan pasangan baru. Kondisi ini umumnya dipicu rasa gugup, cemas, atau tekanan untuk tampil sempurna.
Kecemasan tersebut dapat memicu pelepasan hormon adrenalin yang justru menghambat proses ereksi. Biasanya kondisi ini membaik seiring meningkatnya rasa nyaman dengan pasangan.
9. Efek Samping Obat-obatan