Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sudah Kenyang tapi Masih Ingin Makan Terus? Ini Cara Mengatasinya

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Minggu, 05 Juli 2026 |17:14 WIB
Sudah Kenyang tapi Masih Ingin Makan Terus? Ini Cara Mengatasinya
Sudah Kenyang tapi Masih Ingin Makan Terus? Ini Cara Mengatasinya (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Pernah merasa baru saja selesai makan dalam porsi besar, tetapi tak lama kemudian muncul keinginan untuk makan lagi? Jika kondisi ini terjadi sesekali mungkin masih tergolong normal. Namun, bila rasa lapar terus muncul meski perut sudah kenyang, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai.

Pada dasarnya, rasa lapar merupakan sinyal alami tubuh bahwa energi yang tersedia mulai berkurang sehingga membutuhkan asupan makanan. Akan tetapi, pada sebagian orang, rasa lapar bisa muncul secara berlebihan dan sulit dikendalikan meskipun sudah makan dalam jumlah yang cukup.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai polifagia atau hiperfagia, yaitu peningkatan nafsu makan yang berlebihan hingga penderitanya merasa lapar terus-menerus. Berbeda dengan rasa lapar biasa, polifagia tidak mudah teratasi hanya dengan makan karena rasa ingin makan tetap muncul.

Cara Mengatasi Polifagia

Penanganan polifagia bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika kondisi ini disertai gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, atau berat badan berubah drastis, bisa jadi merupakan tanda penyakit tertentu, seperti diabetes. Karena itu, pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan agar penyebabnya dapat diketahui secara pasti.

Dokter biasanya akan melakukan wawancara mengenai riwayat kesehatan, pola makan, lama gejala berlangsung, hingga riwayat penyakit dalam keluarga. Bila diperlukan, pemeriksaan penunjang seperti tes gula darah atau tes fungsi tiroid juga dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis.

Selain menjalani pengobatan sesuai penyebabnya, perubahan gaya hidup juga berperan penting dalam membantu mengendalikan rasa lapar berlebihan, di antaranya:

  • Terapkan pola makan bergizi seimbang dengan jadwal makan yang teratur dan porsi yang sesuai. Bagi penderita diabetes atau hipertiroid, pola makan sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter atau ahli gizi.
  • Kelola stres melalui aktivitas yang disukai, meditasi, olahraga, atau teknik relaksasi lainnya karena stres dapat memicu keinginan makan berlebih.
  • Pastikan waktu tidur cukup, yakni sekitar 7–9 jam setiap malam. Hindari konsumsi kafein, penggunaan gawai, atau menonton televisi menjelang tidur agar kualitas istirahat tetap terjaga.
  • Rutin berolahraga setidaknya 150 menit setiap minggu. Aktivitas fisik dapat membantu mengontrol kadar gula darah, mengurangi stres, sekaligus meningkatkan kualitas tidur.

Perlu diingat, rasa lapar dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pola hidup hingga kondisi medis tertentu. Namun, jika rasa lapar tidak kunjung hilang meski sudah makan dengan cukup dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Hindari melampiaskan rasa lapar tersebut dengan terus menambah porsi makan tanpa mengetahui penyebabnya. Kebiasaan ini justru dapat meningkatkan asupan kalori berlebihan yang berisiko memicu kenaikan berat badan maupun masalah kesehatan lainnya.

Menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara rutin, mengelola stres, dan tidur yang cukup merupakan langkah penting untuk membantu menjaga nafsu makan tetap terkendali sekaligus menurunkan risiko terjadinya polifagia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement