Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Moms, Jangan Beri Balita Popcorn, Ini Alasannya Kata Pakar

Agustina Wulandari , Jurnalis-Sabtu, 04 Juli 2026 |13:05 WIB
Moms, Jangan Beri Balita Popcorn, Ini Alasannya Kata Pakar
Ilustrasi makan popcorn. (Foto: dok Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Berondong jagung atau popcorn memang sangat pas untuk menemani waktu bersantai atau saat menonton film bersama keluarga di rumah. Namun, tahukah Mom kalau camilan ini menyimpan bahaya tersembunyi bagi si kecil yang masih balita?

Walau terlihat ringan dan empuk, para pakar kesehatan sangat melarang pemberian popcorn untuk anak kecil. Yuk, simak alasannya!

Risiko Tersedak yang Sangat Tinggi

Melansir Parents, popcorn merupakan salah satu penyebab utama anak tersedak. Teksturnya yang ringan membuat serpihannya mudah terhirup masuk ke saluran pernapasan saat anak sedang makan sambil berbicara, tertawa, atau bermain. 

Selain itu, bagian tengah berondong atau biji jagung yang belum mekar sempurna memiliki tekstur yang keras dan bisa dengan mudah tersangkut di tenggorokan kecil mereka.

Berdasarkan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP), popcorn termasuk dalam daftar makanan berisiko tinggi yang harus dihindari oleh anak di bawah usia 4 tahun (bersama dengan anggur utuh, sosis, dan permen keras).

Dokter Spesialis Anak Whitney Casares juga menegaskan hal ini. Ia menyatakan, "Saya tidak pernah merekomendasikan popcorn untuk balita. Sebagai bahaya tersedak yang utama, popcorn bisa dengan mudah tersangkut di saluran napas anak kecil karena ukuran dan bentuknya."

Lebih lanjut, seorang Ahli Gizi, Chanel Kenner, RD, menjelaskan dari segi anatomi dan perkembangan anak. "Sekitar usia 4 tahun, risiko anak tersedak mulai berkurang karena saluran udara mereka sudah lebih berkembang. Namun, Anda juga harus memastikan bahwa si kecil telah mengembangkan keterampilan mengunyah yang cukup untuk menangani makanan padat," tuturnya.

Di bawah usia tersebut, anak-anak belum memiliki kemampuan mengunyah yang matang karena mereka belum mempunyai gigi geraham yang kuat untuk menggilas makanan dengan sempurna.

Bahaya Aspirasi Benda Asing

Selain menyumbat tenggorokan, bahaya lain yang mengintai adalah aspirasi, yakni kondisi ketika serpihan makanan terhirup masuk ke dalam paru-paru, bukan ke lambung. Jika serpihan popcorn masuk ke paru-paru, benda asing ini tidak bisa larut begitu saja. Hal ini dapat memicu komplikasi serius, seperti peradangan, infeksi paru-paru kronis (pneumonia aspirasi), hingga berujung fatal jika menyumbat jalan napas total.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengenalkannya?

Menurut para pakar, sebaiknya Mom dan Dad menunggu sampai anak berusia setidaknya 4 atau 5 tahun sebelum memperkenalkan popcorn. Pada usia ini pun, anak tetap harus diawasi dengan ketat saat makan dan diajarkan untuk mengunyahnya secara perlahan.

Sebagai alternatif, apabila si kecil menyukai camilan yang renyah, Mom bisa memberikan pilihan yang lebih aman dan mudah lumer di mulut. Camilan seperti puffs khusus bayi, kue beras mini (rice cakes), atau biskuit lunak bisa menjadi pilihan yang menyenangkan sekaligus menenangkan hati orang tua.

Jadi, pastikan untuk selalu mengawasi setiap makanan yang masuk ke mulut si kecil, ya Moms!

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement