APAKAH pacar kamu sering emosi berlebihan? Seperti marah berlebihan, mengeluarkan makian dan ancaman, merendahkan bahkan membentak.
Jika pernah, berarti kamu harus memperhatikan beberapa tanda berikut dari perilaku pasangan untuk tahu apakah emosionalnya bawaan atau justru sudah berlebihan. Kamu juga perlu tahu apakah emosi itu perlu dikonsultasikan dengan psikolog atau psikiater.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan, marah merupakan kondisi normal bagi seorang manusia. Namun, hal tersebut menjadi tidak normal jika katarsis yang dikeluarkan dari emosinya cenderung negatif dan dibarengi dengan pola berulang seperti yang disebutkan di atas.
Meski demikian, kondisi tersebut belum tentu bisa menjadi patokan bahwa orang tersebut mengidap gangguan kejiwaan. Tapi, bisa jadi hal itu merupakan tanda bahwa pasangan kamu mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, mengatur impuls, hingga adanya potensi gangguan psikologis mendalam.
“Jadi setiap orang itu bisa marah dan normal, teman-teman. Tapi yang tidak normal adalah ketika kemarahan ini berubah menjadi pola yang berulang, sering membentak, merendahkan, memaki pasangan, atau bahkan mengeluarkan ancaman,” kata dr. Aditya, dikutip Jumat (3/7/2026).
Maka dari itu, kamu perlu memperhatikan beberapa tanda berikut ini. Tanda pertama adalah ketika kamu melihat ledakan emosi pasangan mulai mengganggu hubungan, pekerjaan bahkan kehidupan sosial dirinya.
Apalagi, jika sikap tersebut membuat orang lain merasa takut dan terancam jika terlalu dekat atau berhubungan terlalu dalam dengan orang tersebut.
“Jadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika ledakan emosi ini mulai mengganggu hubungan, pekerjaan, kehidupan sosial, atau membuat orang lain itu merasa takut dan tidak aman. Apalagi ya kemarahan ini disertai sama apa? Penghinaan, ancaman, intimidasi, atau perilaku yang semakin sulit dikendalikan. Apalagi sampai ada kekerasan fisik,” ucap dia.

Jika kamu sudah merasakan tanda tersebut, alangkah baiknya jika menyarankan atau membawa pasangan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi mental dan psikologisnya.
Dengan bantuan psikolog dan psikiater, kamu bisa mengetahui apa penyebab katarsis negatif dari pasangan sampai dia bisa meluapkan emosi secara tidak wajar bahkan melakukan kekerasan fisik. Menurut dr. Aditya, kondisi tersebut bisa jadi disebabkan oleh pola asuh saat kecil yang menimbulkan trauma dalam diri dan tidak bisa ia luapkan.
Selain itu, masalah kepribadian dan kesehatan mental juga bisa menjadi penyebab dari luapan emosi yang tidak wajar dari pasangan kamu. Maka dari itu, sangat penting bagi kamu sebagai pasangan untuk membantu mengkonsultasikan pasangan kamu ke psikolog.
“Nah psikiater atau psikolog ini dapat membantu mencari penyebab yang mendasarinya. Biasanya bisa karena pola pengasuhan sejak kecil atau trauma yang belum terselesaikan, bahkan gangguan pengendalian emosi. Terus bisa juga karena masalah kepribadian, hingga kondisi kesehatan mental tertentu. Dan yang paling penting dipahami, mencari bantuan profesional itu bukan berarti seseorang itu gila,” tutur dr. Aditya.
Ia mengungkapkan bahwa kesehatan mental juga perlu diperiksa dan dijaga, apalagi jika sampai merugikan orang lain. Selain itu, untuk mengetahui penyebab dari perilaku ledakan emosional tersebut kita tidak perlu menerima perlakuan atau menjadi korban dari ledakan emosional pasangan kita.
“Jadi ini sama case-nya seperti kita memeriksa tubuh saat kita sedang sakit. Nah kesehatan mental juga ini perlu diperiksa ketika mulai menimbulkan dampak yang merugikan. Dan satu hal lagi, yang namanya memahami penyebab perilaku seseorang, itu tidak berarti kita harus menerima perlakuan yang menyakitkan atau mengancam,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.