Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pria yang Jarang Ereksi Meningkatkan Risiko Kematian hingga 28%

Niko Prayoga , Jurnalis-Selasa, 30 Juni 2026 |02:10 WIB
Pria yang Jarang Ereksi Meningkatkan Risiko Kematian hingga 28%
Pria yang Jarang Ereksi Meningkatkan Risiko Kematian hingga 28% (Foto: Freepik)
A
A
A

Menurut dr. Adam, gangguan ereksi selama ini memang diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal tersebut terjadi karena kedua kondisi memiliki faktor penyebab yang sama, seperti gangguan pada pembuluh darah.

Kerusakan lapisan pembuluh darah, penumpukan plak, hingga peradangan sistemik merupakan beberapa kondisi yang dapat memengaruhi fungsi ereksi sekaligus meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

"Masalah ereksi memang diketahui terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah karena kedua kondisi tersebut disebabkan oleh masalah dalam tubuh yang sama, yaitu kerusakan sel pembuluh darah, penumpukan plak, dan radang sistemik," paparnya.

Karena itu, dr. Adam mengimbau para pria untuk lebih memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuhnya, termasuk frekuensi ereksi saat bangun tidur. Jika terjadi perubahan yang menetap, kondisi tersebut sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.

"Bagi para laki-laki, coba perhatikan ya apakah kalian masih ereksi setiap pagi," tulisnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement