JAKARTA – Frekuensi ereksi saat bangun tidur ternyata tidak hanya berkaitan dengan fungsi seksual, tetapi juga dapat menjadi salah satu indikator kesehatan pria. Sebuah penelitian yang dibagikan dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Adam Prabata, menunjukkan bahwa pria yang jarang mengalami ereksi di pagi hari memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan mereka yang masih mengalaminya secara rutin.
Dokter yang aktif membagikan edukasi kesehatan melalui platform X itu menjelaskan bahwa jarangnya ereksi di pagi hari berkaitan dengan peningkatan risiko kematian pada pria.
"Perhatian!! Jarang ereksi di pagi hari berhubungan dengan peningkatan risiko kematian pada laki-laki," tulis dr. Adam.
Berdasarkan hasil penelitian ilmiah yang ia kutip, pria yang jarang mengalami ereksi saat bangun tidur memiliki risiko kematian 28 persen lebih tinggi dibandingkan pria yang masih rutin mengalami ereksi pada pagi hari.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata laki-laki yang jarang ereksi di pagi hari memiliki risiko kematian 28 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang masih rutin ereksi," jelasnya.