
Selian itu, rasa lapar dan ingin makan saat baru bangun tidur juga dipengaruhi oleh gula darah yang naik. Hal ini terjadi karena kortisol atau hormon stres yang biasanya hadir sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 pagi. Namun di masa itulah kita bisa manfaatkan untuk menurunkan berat badan.
Caranya adalah dengan bergerak dan melakukan aktivitas fisik apapun saat baru bangun tidur. Disarankan untuk tidak langsung mengkonsumsi makanan. Sebab, saat tubuh lapar dan membutuhkan energi namun tidak ada asupan makanan, tubuh akan secara tidak langsung menggunakan lemak dalam tubuh sebagai energi agar kita bisa menjalani aktivitas.
Maka dari itu, tidak mengonsumsi makanan saat baru bangun tidur bisa membantu pembakaran lemak. Apalagi, jika didukung oleh aktivitas fisik yang langsung dilakukan.
“Sebenarnya teman-teman sekalian, setiap hari kita dipersembahkan yang namanya zona bakar lemak. Di mana badan kita berikan kesempatan untuk menggunakan kecerdasannya menggunakan alternatif sumber energi lain dari lemak sebagai cadangan energi kita. Makanya pagi bangun langsung gerak,” tutur Ade Rai.
Tapi jangan khawatir, metode ini bukan berarti kita tidak boleh sarapan. Kita masih bisa melakukan sarapan setelah jam pembakaran lemak dirasa selesai. Pada intinya dalam melakukan tips ini adalah kita harus melakukan gerakan atau aktivitas fisik saat baru bangun tidur.
“Kalau seandainya dikurun waktu di sekitar di jam 8-an gitu ya, jam 7 jam 8 habis aktivitas gerak tadi, gerak itu bisa berarti non-exercise activity thermogenesis. Seperti misalnya kayak mungkin cuci piring, beres-beres rumah, mungkin kalau yang cowok, ‘Oh saya mau cuci mobil’ atau bahkan mau langsung aktivitas apa gitu ya, atau mau meeting atau apa silakan saja,” beber dia.
Saat akan mengkonsumsi makanan, disarankan makanan tersebut tidak mengandung karbo. Sebab, mengkonsumsi makanan karbo hanya akan membuat kita lapar dalam kurun waktu cepat. Lebih disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung protein dan lemak. Hal tersebut dilakukan guna menghindari lonjakan gula darah.
“Nah, atau tentunya olahraga ya. Nah, kalau habis olahraga atau mau masukin makanan, masukinnya hanya protein dan lemak saja, karena apa? Jawabannya adalah karena protein dan lemak yang tidak memberikan yang namanya lonjakan gula darah yang terlalu drastis dan tinggi, yang menyebabkan terjadinya roller coaster energi yang saya sering bilang,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.