JAKARTA - Selai kacang ternyata bukan sekadar pelengkap roti. Penelitian terbaru menunjukkan makanan ini berpotensi membantu meningkatkan fungsi otot tubuh bagian bawah pada lansia, sehingga mereka lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari seperti berdiri dari kursi hingga menaiki tangga.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle yang melibatkan 120 orang berusia 66 hingga 89 tahun. Seluruh peserta merupakan lansia yang tinggal mandiri, tetapi memiliki risiko mengalami jatuh.
Dalam penelitian itu, separuh peserta diminta mengonsumsi sekitar 43 gram atau tiga sendok makan selai kacang alami setiap hari selama enam bulan. Sementara kelompok lainnya tetap menjalani pola makan dan aktivitas seperti biasa.
Di akhir penelitian, seluruh peserta menjalani tes duduk-berdiri sebanyak lima kali dengan posisi tangan disilangkan di dada. Hasilnya, kelompok yang rutin mengonsumsi selai kacang mampu menyelesaikan tes sekitar 1,23 detik lebih cepat dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsinya.
Performa tersebut menunjukkan adanya peningkatan fungsi tubuh bagian bawah yang berperan penting dalam menjaga mobilitas serta mengurangi risiko terjatuh pada usia lanjut.
Tak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi selai kacang memiliki kualitas pola makan yang lebih baik. Menariknya, meski mendapat tambahan sekitar 250 kalori, 20 gram lemak, dan 10 gram protein setiap hari dari selai kacang, berat badan mereka tidak mengalami peningkatan signifikan.
Meski demikian, penelitian ini belum menemukan bukti bahwa konsumsi selai kacang mampu meningkatkan kekuatan otot secara keseluruhan, demikian dilansir dari Prevention.
Ahli gizi Jessica Cording menjelaskan bahwa selai kacang merupakan sumber protein nabati, lemak sehat, dan serat yang cukup baik. Kandungan tersebut membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama pada lansia yang sering mengalami penurunan asupan makan.
"Protein sangat penting untuk menjaga massa otot seiring bertambahnya usia," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Institute of Sports Sciences and Medicine Florida State University, Michael Ormsbee, mengatakan kalori dan lemak sehat dalam selai kacang juga dapat menjadi sumber energi tambahan bagi lansia yang cenderung makan lebih sedikit.
Menurut ahli gizi Sandra Zhang, selai kacang juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti magnesium, kalium, vitamin E, serta lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Selain itu, teksturnya yang lembut membuat makanan ini lebih mudah dikonsumsi oleh lansia, terutama mereka yang mengalami kesulitan mengunyah atau membutuhkan tambahan kalori.
Penelitian ini memang hanya menggunakan selai kacang tanah alami. Namun para ahli menilai jenis selai kacang lainnya kemungkinan memiliki manfaat serupa karena sama-sama mengandung protein dan lemak sehat.
Beberapa alternatif yang direkomendasikan antara lain selai almond, selai mete, selai kenari, maupun selai biji bunga matahari bagi mereka yang memiliki alergi terhadap kacang tanah.
Meski begitu, para ahli menyarankan memilih produk dengan komposisi sederhana tanpa tambahan gula berlebih maupun bahan tambahan lainnya.
Peneliti mengingatkan bahwa hasil studi ini masih menunjukkan hubungan, bukan bukti sebab-akibat. Artinya, mengonsumsi selai kacang saja tidak otomatis membuat seseorang menjadi lebih kuat.
Agar manfaatnya optimal, selai kacang sebaiknya dikombinasikan dengan pola makan bergizi seimbang dan latihan kekuatan secara rutin, terutama bagi orang berusia di atas 50 tahun.
Untuk mendapatkan manfaat nutrisi yang lebih lengkap, selai kacang dapat dipadukan dengan buah-buahan seperti apel dan pisang, oatmeal, yogurt, roti gandum, atau dijadikan campuran smoothie sehat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.