JAKARTA – Rasa lelah yang terus muncul, mudah mengantuk di siang hari, hingga sulit berkonsentrasi saat bekerja sering kali dianggap sebagai dampak kurang tidur atau padatnya aktivitas. Padahal, kondisi tersebut juga bisa menjadi sinyal adanya penurunan kadar hormon testosteron pada pria yang perlu diwaspadai.
Dokter spesialis andrologi sekaligus edukator kesehatan, dr. Jefry Tribowo, mengungkapkan bahwa testosteron rendah dapat memengaruhi energi, fokus, hingga performa seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Menurut dr. Jefry, salah satu gejala yang paling sering dirasakan adalah kelelahan berkepanjangan yang membuat produktivitas menurun.
“Kalau dulu pada siang hari dia bisa bekerja produktif, namun belakangan ini terasa kalau siang itu justru mengantuk dan kemampuan bekerjanya mulai menurun,” kata dr. Jefry.
Tak hanya berdampak pada kondisi fisik, kadar testosteron yang rendah juga dapat memengaruhi fungsi kognitif. Banyak pria mengeluhkan sulit fokus, mudah terdistraksi, hingga merasa kemampuan berpikirnya tidak setajam sebelumnya.
“Selain itu, dia juga akan merasakan kalau setiap kali bekerja, itu perasaannya kurang fokus, gampang terdistraksi, bahkan dia merasa kemampuan berpikirnya tidak sejernih dulu atau istilahnya dikenal dengan brain fog,” ujarnya.
Yang perlu diperhatikan, rasa lelah akibat rendahnya testosteron sering kali tidak membaik meski seseorang sudah mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Kondisi ini kerap menimbulkan frustrasi karena penderitanya merasa tubuhnya mengalami perubahan yang signifikan.
“Uniknya lagi, pada seseorang yang hormon testosteronnya rendah, selama apa pun dia sudah melakukan istirahat, anehnya dia tetap merasakan badannya mudah capek dan lelah. Hal ini sering mengakibatkan seorang pria menjadi frustrasi karena merasa dirinya sangat berubah,” tuturnya.
Lebih lanjut, dr. Jefry menjelaskan bahwa salah satu penyebab munculnya kelelahan tersebut berkaitan dengan peran testosteron dalam proses pembentukan sel darah merah.
“Kenapa testosteron rendah ini bisa mengakibatkan tubuh kita mulai lelah? Salah satu penyebabnya adalah karena hormon testosteron juga berperan penting dalam produksi sel darah merah,” jelasnya.
Ketika kadar testosteron menurun, risiko terjadinya anemia atau kekurangan sel darah merah bisa meningkat. Akibatnya, distribusi oksigen ke berbagai jaringan tubuh menjadi kurang optimal sehingga tubuh lebih mudah lelah dan mengantuk.
“Karena sel darah merahnya rendah, otomatis suplai oksigen ke jaringan tubuh menjadi kurang optimal, sehingga badan lebih mudah capek dan mengantuk. Itulah mengapa kalau kita sering merasa gampang lelah, sebaiknya jangan disepelekan,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.