Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Berhubungan Intim Bikin Vagina Longgar? Ini Faktanya

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 18 Juni 2026 |02:10 WIB
Sering Berhubungan Intim Bikin Vagina Longgar? Ini Faktanya
Sering Berhubungan Intim Bikin Vagina Longgar? Ini Faktanya (Foto: Freeepik)
A
A
A

Saat terjadi penetrasi, vagina memang akan melebar sementara. Namun setelah aktivitas selesai, jaringan dan otot akan kembali seperti semula.

Elastis Bukan Berarti Lemah

Salah satu alasan mitos ini terus berkembang adalah anggapan bahwa otot yang meregang berarti menjadi lemah. Padahal, elastisitas merupakan kemampuan alami otot untuk memanjang dan kembali berkontraksi sesuai kebutuhan.

Agar terjadi perubahan permanen pada fungsi otot, biasanya diperlukan kondisi tertentu seperti cedera, gangguan saraf, trauma struktural, atau perubahan hormonal yang signifikan. Aktivitas seksual normal tidak menyebabkan kondisi-kondisi tersebut.

Mengapa Sebagian Perempuan Merasa Ada Perubahan?

Meski hubungan seksual tidak membuat vagina longgar, beberapa perempuan memang merasakan perubahan sensasi seksual seiring waktu. Namun penyebabnya umumnya bukan karena bentuk vagina berubah.

Perubahan sensasi bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

  • Fungsi otot dasar panggul yang kurang optimal.
  • Ketegangan otot panggul yang berlebihan.
  • Perubahan hormon, terutama kadar estrogen.
  • Kondisi pascapersalinan.
  • Masa perimenopause dan menopause.
  • Stres, kelelahan, atau kecemasan.

Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kenyamanan, sensitivitas, dan respons seksual tanpa mengubah struktur vagina secara permanen.

Berbeda dengan Persalinan

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement