Saat terjadi penetrasi, vagina memang akan melebar sementara. Namun setelah aktivitas selesai, jaringan dan otot akan kembali seperti semula.
Salah satu alasan mitos ini terus berkembang adalah anggapan bahwa otot yang meregang berarti menjadi lemah. Padahal, elastisitas merupakan kemampuan alami otot untuk memanjang dan kembali berkontraksi sesuai kebutuhan.
Agar terjadi perubahan permanen pada fungsi otot, biasanya diperlukan kondisi tertentu seperti cedera, gangguan saraf, trauma struktural, atau perubahan hormonal yang signifikan. Aktivitas seksual normal tidak menyebabkan kondisi-kondisi tersebut.
Meski hubungan seksual tidak membuat vagina longgar, beberapa perempuan memang merasakan perubahan sensasi seksual seiring waktu. Namun penyebabnya umumnya bukan karena bentuk vagina berubah.
Perubahan sensasi bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:
Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kenyamanan, sensitivitas, dan respons seksual tanpa mengubah struktur vagina secara permanen.