JAKARTA - Banyak pasien penyakit jantung yang menganggap pemasangan ring jantung adalah solusi utama untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah. Bahkan ada yang berani memasang hingga belasan ring jantung.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Nancy Virginia, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC menjelaskan pemasangan ring jantung dalam jumlah terlalu banyak justru bukan kondisi yang ideal bagi pasien. Menurut dr. Nancy, semakin banyak ring jantung yang dipasang, maka semakin mudah pula untuk kembali terjadi penyumbatan.
“Saya pribadi tidak prefer untuk pasang pasien sampai 11 ring. Karena prinsip umumnya adalah semakin banyak ring dipasang, semakin gampang dia nyumbat lagi,” ujar dr. Nancy dalam Health Talk Kalbe Love The Beat, Sabtu (13/6).
Menurutnya, setiap ring yang dipasang merupakan benda asing yang ditempatkan di dalam pembuluh darah. Meski teknologi ring saat ini sudah jauh lebih canggih dan dilapisi obat khusus, tetap ada kemungkinan tubuh memberikan reaksi tertentu.
“Ring itu dari metal yang disalut obat. Pada beberapa pasien yang sangat sensitif, dia akan timbul reaksi inflamasi sehingga ring yang dipasang itu gampang nyumbat lagi,” tuturnya.
Dr. Nancy menjelaskan bahwa jika penyumbatan terjadi di banyak titik dan membutuhkan pemasangan ring dalam jumlah besar, dokter biasanya akan mempertimbangkan prosedur bypass jantung sebagai alternatif yang lebih baik. Pasalnya, jika seseorang sampai membutuhkan belasan ring, hampir seluruh pembuluh darah tersebut telah dilapisi logam.
Menurut dr. Nancy kondisi tersebut justru sudah tidak baik dan malah sulit untuk dilakukan bypass jantung. “Menurut saya itu sudah bukan kondisi yang ideal, sudah bukan kondisi yang baik,” katanya.
Jika kondisi demikian, maka dokter lebih merekomendasikan dilakukan prosedur bypass jantung. Dokter bedah akan membuat jalur pembuluh darah baru untuk mengalirkan darah melewati area yang tersumbat, tanpa harus terus-menerus menambah ring di pembuluh darah yang sama.
“Semakin sedikit ring, semakin baik supaya pasien punya opsi lebih banyak ke depannya,” kata dr. Nancy.
Untuk itu, dr. Nancy mengingatkan bahwa antara pemasangan ring jantung dan operasi bypass harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Apalagi bagi mereka yang menderita diabetes di mana memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyumbatan ulang setelah pemasangan ring.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.