JAKARTA - Presenter sekaligus Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, mengungkapkan dirinya akan menjalani operasi setelah ditemukan benjolan di bagian bahu usai menunaikan ibadah haji. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, benjolan tersebut diduga merupakan lipoma, kista, atau jenis benjolan jinak lainnya yang umumnya tumbuh di bawah kulit.
Dalam unggahannya, Raffi mengungkapkan bahwa benjolan tersebut kemungkinan merupakan lipoma, kista, atau jenis tumor jinak lainnya. Kondisi ini pun membuat banyak orang penasaran mengenai apa itu lipoma, penyebabnya, serta bagaimana cara penanganannya.
Melansir laman RS Mitra Keluarga, lipoma adalah benjolan yang tumbuh di bawah permukaan kulit akibat pertumbuhan sel lemak yang berlebihan.
Secara umum, lipoma tergolong tumor jinak yang tidak berbahaya. Dalam banyak kasus, kondisi ini tidak memerlukan penanganan khusus karena tidak merusak atau mengganggu jaringan sehat di sekitarnya.
Namun, jika ukurannya semakin besar, menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau menyebabkan nyeri, penderita sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Pada tahap awal, banyak penderita tidak menyadari keberadaan lipoma.
Pasalnya, lipoma biasanya berawal dari benjolan kecil yang tumbuh sangat lambat sehingga sering kali tidak menimbulkan keluhan selama bertahun-tahun.
Gejala umumnya baru muncul ketika ukuran lipoma membesar dan mulai menekan jaringan di sekitarnya, seperti otot, saraf, pembuluh darah, atau tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri atau sensasi kesemutan pada area yang terkena.
Beberapa ciri lipoma yang umum ditemukan antara lain:
Hingga kini, penyebab pasti lipoma masih belum diketahui.
Meski demikian, sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara lipoma dan faktor genetik. Beberapa studi menemukan bahwa sekitar dua pertiga penderita lipoma memiliki kelainan genetik tertentu.
Selain itu, terdapat teori yang menyebutkan bahwa lipoma dapat muncul setelah seseorang mengalami trauma atau cedera pada bagian tubuh tertentu.
Meski sebagian besar lipoma bersifat jinak, tindakan medis mungkin diperlukan apabila benjolan terus membesar, terasa nyeri, atau mengganggu penampilan.
Berikut beberapa metode penanganan lipoma:
1. Operasi Pengangkatan Lipoma
Operasi merupakan metode yang paling efektif untuk menghilangkan lipoma secara permanen.
Sebelum prosedur dilakukan, pasien akan diberikan anestesi, baik lokal, regional, maupun umum, sesuai ukuran dan lokasi lipoma.
Dokter kemudian membuat sayatan kecil pada kulit untuk mengangkat jaringan lemak tersebut.
Setelah operasi selesai, pasien umumnya dapat pulang dan menjalani masa pemulihan di rumah.
2. Suntikan Fosfatidilkolin
Beberapa dokter dapat merekomendasikan suntikan fosfatidilkolin sebagai terapi tambahan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, zat ini dapat membantu mengurangi timbunan lemak dengan membentuk struktur kecil yang disebut misel, yang kemudian dibuang oleh tubuh.
Meski demikian, terapi ini belum menjadi pilihan utama dalam pengobatan lipoma.
3. Suntikan Steroid
Suntikan steroid juga dapat digunakan untuk membantu mengecilkan ukuran lipoma.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terapi ini cukup efektif dalam mengurangi volume benjolan, meski hasilnya dapat berbeda pada setiap pasien.
Karena itu, penggunaan steroid harus dilakukan berdasarkan rekomendasi dan pengawasan dokter.
Benjolan yang muncul di bawah kulit sebaiknya tidak diabaikan, meskipun tidak terasa sakit.
Segera periksakan diri ke dokter apabila menemukan benjolan baru, terutama jika ukurannya terus membesar, terasa nyeri, berubah bentuk, atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dokter akan melakukan evaluasi untuk memastikan apakah benjolan tersebut merupakan lipoma atau kondisi lain yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.