
Dari total kematian tersebut, lebih dari separuhnya disebabkan infeksi virus, terutama Hepatitis B dan Hepatitis C. Budi pun mengaku cukup terkejut ketika mengetahui karakteristik Hepatitis B berbeda dengan Hepatitis C.
Hepatitis B ternyata tidak bisa disembuhkan dan pasien harus minum obat setiap hari seumur hidup. Sementara itu, Hepatitis C masih bisa disembuhkan dengan obat yang diminum selama 12 minggu.
“Saya kaget juga, ternyata saya pernah Hepatitis B juga. Saya baru tahu bahwa itu nggak bisa disembuhkan. Kalau Hepatitis C bisa disembuhkan, ada obatnya diminum selama 12 minggu. Tapi kalau Hepatitis B nggak bisa sembuh, harus minum obat setiap hari seumur hidup,” ujarnya.
Bahkan Budi menyebut pola pengobatan Hepatitis B mirip dengan penyakit kronis lain seperti HIV maupun diabetes. Dua penyakit ini memerlukan terapi jangka panjang untuk mengendalikan kondisi pasien.
Selain virus, penyebab kematian akibat penyakit hati juga berasal dari konsumsi alkohol serta gangguan metabolik seperti obesitas dan perlemakan hati. Menurut Budi, tingginya angka kasus menjadi alasan pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit hati.
“Sebagai Menteri Kesehatan saya melihat prevalensinya tinggi. Karena itu harus menjadi salah satu prioritas,” katanya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.