Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wamenkes Bicara soal Fertilitas, 4–6 Juta Pasangan di Indonesia Butuh Intervensi Medis untuk Punya Anak

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 30 Mei 2026 |15:05 WIB
Wamenkes Bicara soal Fertilitas, 4–6 Juta Pasangan di Indonesia Butuh Intervensi Medis untuk Punya Anak
Wamenkes RI, Dante Saksono Harbuwono. (Foto: Kemenkes RI)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Dante Saksono Harbuwono, menyoroti penjagaan dan kestabilan angka fertilitas atau kesuburan masyarakat demi pertumbuhan generasi muda. Hal itu disampaikan Dante mengingat saat ini kondisi infertilitas dialami oleh 10 hingga 15 persen pasangan usia subur di Indonesia.

Jika direpresentasikan secara jumlah, ada sekitar 4 juta sampai 6 juta pasangan yang membutuhkan intervensi medis untuk bisa mendapatkan keturunan. Karena itu, hal ini turut jadi sorotan dari Wamenkes.

Wamenkes Dante

1. Soroti Isu Fertilitas

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2025, tercatat sekitar 17,5% populasi dewasa atau 1 dari 6 orang di dunia mengalami infertilitas. Maka dari itu, angka kesuburan atau fertilitas perlu dijaga agar angka kelahiran tidak menurun.

Dengan begitu, Indonesia semakin banyak memiliki generasi emas di masa depan. Khususnya pada 2045 yang disebut sebagai masa Indonesia emas.

“Kalau nanti generasi ini pertumbuhannya bagus, maka kita akan punya usia produktif yang bagus di tahun 2045 yang disebut sebagai masa Indonesia Emas. Ini harus dijaga kualitasnya," kata Dante dalam rilis keterangan resminya, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Di sisi lain, Dante juga menilai bahwa pelayanan terhadap fertilitas di Indonesia juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas angka fertilitas serta meningkatkan angka kelahiran anak. Terlebih, para pasien infertilitas yang datang ke layanan tersebut bukan hanya menginginkan kesembuhan, namun juga harapan terhadap kehadiran sesuatu yang baru.

“Pernahkah kita membayangkan betapa beratnya perjalanan sepasang suami istri yang datang ke klinik fertilitas? Mereka datang bukan untuk berobat dari sakit fisik, tetapi memperjuangkan sebuah kehidupan yang belum hadir. Di sinilah layanan fertilitas berbeda, yang kita rawat bukan hanya tubuh, tetapi juga jiwa dan harapan,” tambah dia.

 

2. Layanan Fertilitas

Di Indonesia sendiri saat ini memiliki beberapa layanan fertilitas seperti Reproduksi Berbantu (TRB) atau bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF). Pelayanan tersebut telah meningkat secara nasional di 59 rumah sakit di 15 provinsi dengan pelayanan yang sudah mengantongi izin.

Salah satunya adalah RSCM melalui Klinik Yasmin dengan delapan layanan utama. Seperti infertilitas dan bayi tabung (Yasmin IVF), gangguan haid, endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), keguguran berulang, ginekologi remaja, menopause, hingga preservasi fertilitas.

Adanya berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat menghadirkan layanan fertilitas yang lebih dekat, humanis, dan berbasis teknologi modern bagi masyarakat Indonesia. Sehingga bisa membantu lebih banyak pasangan yang mengalami infertilitas.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement