MENYIMPAN sisa makanan berlemak seperti gulai dan rendang, lalu memanaskannya kembali berulang kali selama beberapa hari jadi kebiasaan sejumlah orang. Padahal, kebiasaan ini bisa timbulkan efek berbahaya.
Sejumlah orang tetap melakukannya karena dianggap praktis agar makanan tidak terbuang. Namun, dari sisi kesehatan, pemanasan berulang ternyata tidak selalu aman.
Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, dr. Dwi Rendra Hadi, Sp.PD, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone, mengatakan bahwa proses pemanasan makanan yang mengandung lemak hewani dapat memicu perubahan pada struktur kolesterol di dalamnya.
Salah satu proses yang bisa terjadi adalah terbentuknya Cholesterol Oxidation Products (COPs). Ini adalah senyawa hasil oksidasi kolesterol akibat pemanasan berulang atau suhu tinggi.
“Pemanasan makanan itu pada prinsipnya, untuk daging, meningkatkan kolesterol. Jadi pemanasan daging yang berulang kurang bagus karena meningkatkan Cholesterol oxidation products (COPs),” ujar dr. Rendra.
COPs merupakan senyawa yang terbentuk ketika kolesterol mengalami proses oksidasi. Jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka panjang, senyawa ini dapat berdampak kurang baik bagi tubuh.
Salah satu potensi dampak dari COPs ini adalah meningkatkan risiko peradangan dalam tubuh. Lalu, ada juga potensi memengaruhi kadar kolesterol darah dan dapat berkontribusi pada gangguan metabolik jika dikonsumsi berlebihan
“COPs ini bisa meningkatkan risiko peningkatan kolesterol dalam darah, meningkatkan peradangan. Sebaiknya jangan dipanaskan berulang kali,” tutur dr. Rendra.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.