“Aktivitas ini gacor-gacornya terjadi ketika usia kita di bawah 30 tahun. Setelah itu, proses pembentukan tulang pelan-pelan mulai kalah dibanding proses pengikisannya,” jelasnya.
Karena itu, ia menilai penting untuk memiliki “tabungan tulang” yang baik sejak muda. Jika tubuh jarang mendapatkan tekanan seperti olahraga beban, tubuh akan menganggap tulang kuat tidak terlalu dibutuhkan sehingga kepadatan tulang perlahan menurun.
“Nah masalahnya, kalau badan jarang dapat beban mekanis alias jarang dipakai buat angkat-angkat beban, tubuh bisa nganggep ‘oh yaudah, kayaknya pemilik badan nggak butuh amat tulang kuat’,” tulisnya.
Berbeda jika seseorang rutin melakukan resistance training seperti squat, deadlift, push-up, atau mengangkat dumbbell, otot akan menarik tulang dan memberikan sinyal mekanis agar tulang beradaptasi menjadi lebih kuat. Hasilnya, tulang menjadi lebih padat dan risiko osteoporosis menurun.
“Kalau terus dilakukan, tulang jadi makin padat dan risiko osteoporosis menurun,” lanjutnya.