Lebih dari 40 persen peserta bahkan berhasil menurunkan berat badan hingga seperempat dari total berat awal mereka.
Sementara itu, perempuan perimenopause dan pascamenopause juga mencatat penurunan berat badan mendekati 20 persen selama masa penelitian.
Selain berat badan, penurunan lingkar pinggang juga ditemukan pada sebagian besar peserta. Kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan berkurangnya lemak visceral, yakni lemak di area perut yang sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit metabolik dan jantung.
Analisis lain dari studi SELECT juga menunjukkan penggunaan semaglutide pada perempuan menopause dengan obesitas dan riwayat penyakit jantung berkaitan dengan penurunan risiko serangan jantung, stroke, hingga kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Menurut data yang dipresentasikan dalam konferensi tersebut, hampir satu dari lima perempuan di dunia hidup dengan obesitas. Risiko tersebut disebut meningkat selama masa menopause akibat perubahan hormon yang memengaruhi metabolisme dan distribusi lemak tubuh.
Associate Professor dari University of Helsinki, Emilia Huvinen, mengatakan menopause masih menjadi area yang relatif kurang mendapat perhatian dalam penelitian obesitas global.