Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Heroik Dokter Emergensi di Balik Evakuasi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Dari Waktu Keluarga hingga Medan Darurat

Djanti Virantika , Jurnalis-Jum'at, 15 Mei 2026 |06:05 WIB
Kisah Heroik Dokter Emergensi di Balik Evakuasi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Dari Waktu Keluarga hingga Medan Darurat
dr Iqbal El Mubarak. (Foto: Okezone)
A
A
A

3. Kolaborasi Tim Medis dan Penanganan Korban

Di tengah situasi darurat, dr. Iqbal kemudian berkoordinasi dengan tim SAR dan tenaga medis lain untuk fokus pada korban yang masih hidup. Dengan tetap menekankan pentingnya pendekatan medis standar dalam kondisi trauma, dr. Iqbal berjuang keras untuk menyelamatkan 5 korban yang masih hidup.

“Akhirnya, pada saat teman-teman Basarnas sedang bekerja, saya fokus di 5 korban yang masih hidup. Sisanya kan berbeda meninggal. Jadi ada yang korban yang masih hidup, menduduki jenazah. Dia enggak bisa bergerak kan, kakinya terjepit,” ujar dr. Iqbal.

“Saya periksa tanda-tanda vital. Saya memanfaatkan teman-teman yang ada di sekeliling itu kan medis banyak. Perawat, dokter umum juga. Jadi saya minta tolong untuk kita kerjasama, kolaborasi,” lanjutnya.

“Pokoknya, enggak boleh meninggal di depan kita. Itu kan mungkin saya terbiasa di dunia trauma, di emergensi trauma. Di bedah kan kita memang doktrinnya seperti itu,” ujarnya.

4. Tindakan Darurat di Tengah Evakuasi

Dalam kondisi yang sangat terbatas, tim medis juga melakukan tindakan anestesi untuk membantu proses evakuasi. dr. Iqbal mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil untuk memperlancar proses evakuasi tanpa mengganggu kerja tim SAR.

dr. Iqbal menegaskan bahwa seluruh tindakan di lapangan dilakukan dalam koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Basarnas dan Kementerian Kesehatan.

“Terakhir kan saya memutuskan, saya kasih obat-obatan yang keras kan, obat-obat bius yang sifatnya saya totalin, saya tidurin,” ungkapnya.

“Supaya enggak stress juga. Kalaupun nyeri, tentu masih ada rasa nyeri kadang-kadang, tapi minim. Sedangkan enggak teriak-teriak merontak yang mempermudah tim rescue,” jelas dr. Iqbal.

“Saya analisa dulu, assessment dulu, saya lihat, oke akhirnya saya masukin obat-obatan,” tutupnya.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement