
Lebih lanjut, dr. Inke juga meluruskan berbagai mitos terkait penyakit Malaria Knowlesi. Salah satunya penularan dengan kontak langsung atau melalui udara.
dr. Inke menegaskan bahwa penyakit tersebut tidak menular melalui udara. Apalagi, penularan kontak langsung itu dipastikan tidak terjadi.
“Apa yang perlu kita ketahui tentang Malaria Knowlesi, apakah dia menular dari orang-orang, kebentuk ini hanya mitos, jadi penularan ini tetap harus dilakukan dari gigitan nyamuk, dari monyet ke manusia, jadi bukan dari udara ataupun dengan kontak,” tutur dia.
dr. Inke juga menekankan bahwa penularan haruslah melalui nyamuk. Sehingga, jika manusia kontak dengan monyet yang terinfeksi, hal itu tidak membuat manusia tersebut beresiko terkena Malaria Knowlesi.
“Itu juga tidak termasuk menjadi faktor risiko, karena penularannya harus melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit, lalu digigit kembali masuk melalui darah, jadi bukan melalui makanan, bukan melalui udara ataupun dengan kontak,” pungkas dia.
Sebagai informasi, Malaria Monyet merupakan penyakit malaria yang disebabkan oleh parasit plasmodium knowlesi yang menginfeksi monyet dan tertular kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit tersebut dari monyet.
Penyakit ini biasanya terjadi di wilayah yang dekat dengan hutan atau di lingkungan masyarakat yang terbiasa masuk ke dalam hutan. Namun, hanya jenis nyamuk tertentu seperti Anopheles yang bisa membawa atau mendistribusikan penularan virus tersebut dari monyet kepada manusia.
Terlebih, pola penularan hanya bisa terjadi jika ketiga faktor, yaitu monyet, nyamuk dan manusia berada dalam satu lingkungan.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.