KASUS kekerasan anak yang terjadi di sejumlah daycare belakangan ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan orangtua. Utamanya terkait kondisi psikologis anak setelah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan.
Anak yang masih berada di usia dini umumnya belum mampu mengungkapkan perasaan atau kejadian yang dialaminya secara verbal. Dengan begitu, rasa takut dan trauma sering kali hanya terlihat dari perubahan perilaku. Dalam situasi seperti ini, apa yang harus dilakukan orangtua?

Psikolog anak remaja dan keluarga, Sani Budiantini Hermawan, S.Psi, Psi, dalam program Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone, mengungkap tahapan yang bisa dilakukan orangtua untuk memulihkan emosional anak. Pertama, mereka tentu harus mengeluarkan sang anak dari daycare jika memang bermasalah.
Lalu, peran keluarga menjadi sangat penting untuk segera menghadirkan kembali rasa aman pada anak. Orangtua sekaligus membantu proses pemulihan emosional anak secara bertahap melalui pendampingan yang penuh kasih sayang dan kesabaran.
“Pertama anaknya harus dikeluarkan dari daycare itu kali ya. Anak ini harus kembali pada keluarga yang emberikan rasa aman. Karena anak biasanya pasti muncul rasa ketakutan yang sangat tapi dia tidak bisa ngomong karena bahasanya kan belum bisa,” ujar Sani dalam wawancara di Morning Zone.
“Dengan begitu, penting bagi anak untuk bisa mendapatkan rasa aman yang diberikan orangtua atau keluarga terdekatnya. Disentuh, dipeluk, diberikan kegiatan menarik, dipenuhi kebutuhan sandang pangannya, rasa penasarannya juga bisa dipenuhi dengan mungkin diajak main. Dengan itu, insya Allah dia bisa recovery secara mental,” lanjutnya.

Sani juga mengatakan bahwa orangtua perlu memahami jika muncul rasa takut pada anak bertemu orang baru di kemudian hari. Cara tepat perlu dilakukan juga demi memulihkan kembali mental sang anak.
Cara yang bisa dilakukan adalah membuat lingkaran kecil. Jadi orangtua bisa mengajak anaknya masuk ke lingkaran kecil dahulu bersama orang-orang yang memang dikenalnya. Kemudian, perlahan mengenalkan orang baru lagi perlahan hingga akhirnya terbangun rasa aman.
“Paling kalau anak takut dengan orang baru, kita harus memahami,” tutur Sani.
“Jadi buatlah lingkaran kecil-kecil dulu. Dari lingkaran pertama yang baru dikenal, baru masuk orang baru lagi, hingga dia akhirnya membangun rasa aman. Insya Allah itu, bisa kita anggap sudah recovery secara mental,” tutupnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.