Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan opini tersebut maka Menteri PPPA telah menyinggung berbagai pihak. Diantaranya adalah kaum laki-laki yang seolah harus menjadi korban dalam sebuah tragedi.
“Laki-laki. yang anda anggap tidak berharga karena statement tersebut seolah mengatakan ‘laki-laki tidak apa- apa jadi korban, yang penting perempuan aman’,” tambah dia.

Di sisi lain, ia menilai anggapan seperti itu justru juga menyinggung perempuan karena menganggap perempuan adalah makhluk yang lemah dan tidak sesuai dengan emansipasi wanita yang selama ini sering digaungkan.
“Perempuan. yang selama ini berjuang untuk terciptanya emansipasi wanita. seolah anda mengatakan perempuan lebih lemah maka harus dilindungi. padahal saya kenal dengan banyak perempuan hebat yang mampu untuk berjuang demi keluarganya,” beber Gilang.
Tidak sampai di situ, ia juga menilai bahwa opini Menteri PPPA menyinggung pihak KAI yang tentunya memiliki cara lebih solutif daripada sekedar memindahkan gerbong. Terlebih keluarga korban yang tentunya tidak ingin hal serupa terjadi kembali baik itu kepada keluarga laki-laki maupun perempuan mereka.
“Pihak KAI yang tentunya mungkin memiliki usul yang lebih solutif dibandingkan statement anda. seperti memperbaiki sistem sensor dan komunikasi. Keluarga korban yang tentunya tidak ingin agar hal tersebut terulang kembali kepada siapapun maupun laki-laki ataupun perempuan,” ujar dia.
Ia juga menyoroti kepercayaan Presiden Prabowo Subianto yang telah menjadikannya menteri dan seharusnya bisa secara bijak menuangi bidang yang dipegang yaitu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
“Presiden @prabowo. Yang telah menjadikan anda menteri yang beliau yakini mampu menjadi seorang "ibu" dengan cara menjadikan anda menteri yang dianggap layak mewakili departemen yang anda naungi,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.