Ada beberapa alasan mengapa banyak orang melakukan fenomena ini, di antaranya:
Sehingga bisa dibilang, pola ini untuk memenuhi kebutuhan emosional sepihak. Seagulling pun punya dampak negatif untuk kedua pihak.
Bagi yang jadi korban, ia akan merasa bingung dan tidak pasti, sulit move on, dan membuang waktu untuk hubungan yang tidak jelas. Sementara bagi pelaku, ini juga membuat mereka kehilangan kesempatan menemukan hubungan yang benar-benar cocok.
Agar tidak terjebak dalam situasi ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, misalnya dengan menetapkan batasan yang jelas sejak awal, mengomunikasikan ekspektasi hubungan, memperhatikan konsistensi tindakan, dan tidak takut untuk mempertanyakan ke mana arah hubungan tersebut akan dibawa.
Intinya, komunikasi terbuka bisa menjadi kunci utama untuk menghindari pola seagulling ini.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.