Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Istilah 'Seagulling' yang Ramai di Medsos, Lebih Toxic dari Ghosting?

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Rabu, 29 April 2026 |08:06 WIB
Mengenal Istilah 'Seagulling' yang Ramai di Medsos, Lebih Toxic dari Ghosting?
Mengenal Istilah 'Seagulling' yang Ramai di Medsos, Lebih Toxic dari Ghosting? (Foto: Freepik)
A
A
A

Ada beberapa alasan mengapa banyak orang melakukan fenomena ini, di antaranya:

  • Ingin tetap mendapatkan perhatian atau kenyamanan
  • Merasa memiliki kontrol atas orang lain
  • Ego boost karena tahu kamu masih “available”
  • Tidak siap kehilangan, tetapi juga tidak mau berkomitmen

Sehingga bisa dibilang, pola ini untuk memenuhi kebutuhan emosional sepihak. Seagulling pun punya dampak negatif untuk kedua pihak.

Bagi yang jadi korban, ia akan merasa bingung dan tidak pasti, sulit move on, dan membuang waktu untuk hubungan yang tidak jelas. Sementara bagi pelaku, ini juga membuat mereka kehilangan kesempatan menemukan hubungan yang benar-benar cocok.

Agar tidak terjebak dalam situasi ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, misalnya dengan menetapkan batasan yang jelas sejak awal, mengomunikasikan ekspektasi hubungan, memperhatikan konsistensi tindakan, dan tidak takut untuk mempertanyakan ke mana arah hubungan tersebut akan dibawa.

Intinya, komunikasi terbuka bisa menjadi kunci utama untuk menghindari pola seagulling ini.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement