JAKARTA – Alyssa Daguise mengalami mual menjelang persalinan. Keluhan mual yang dialami Alyssa Daguise menjelang persalinan memicu pertanyaan: apakah kondisi ini normal terjadi pada ibu hamil di akhir masa kehamilan?
Melansir laman caryobgyn, mual memang lebih sering dikaitkan dengan trimester awal. Namun, pada sebagian ibu hamil, gejala ini juga bisa muncul kembali menjelang persalinan. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan perubahan tubuh yang sedang mempersiapkan proses melahirkan.
Mengapa Mual Bisa Terjadi Menjelang Persalinan?
Mual yang muncul beberapa hari atau jam sebelum persalinan biasanya dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:
Perubahan hormonal
Menjelang persalinan, tubuh mengalami fluktuasi hormon, termasuk peningkatan prostaglandin yang berperan dalam mempersiapkan serviks. Perubahan ini juga dapat memengaruhi sistem pencernaan dan memicu rasa mual.
Perlambatan sistem pencernaan
Tubuh mulai mengalihkan energi untuk proses persalinan, sehingga kerja pencernaan bisa melambat. Kondisi ini dapat menyebabkan perut terasa tidak nyaman, bahkan mual atau muntah.
Peningkatan sensitivitas tubuh
Menjelang persalinan, tubuh menjadi lebih sensitif, baik secara fisik maupun emosional. Rasa cemas atau gugup juga dapat memperparah mual.
Tekanan dari rahim
Ukuran rahim yang semakin besar dapat menekan organ di sekitarnya, termasuk lambung. Tekanan ini dapat memicu rasa mual, terutama saat kontraksi mulai muncul.
Apakah Mual Tanda Persalinan?
Mual bukanlah tanda pasti bahwa persalinan akan segera terjadi. Namun, jika muncul bersamaan dengan gejala lain, kondisi ini bisa menjadi salah satu sinyal tubuh sedang bersiap melahirkan.
Beberapa tanda persalinan yang umum meliputi:
Kontraksi yang semakin kuat dan teratur
Pecahnya air ketuban
Nyeri punggung bagian bawah
Peningkatan cairan vagina atau bercak darah
Tidak semua ibu hamil mengalami mual menjelang persalinan, sehingga kondisi ini bisa berbeda pada setiap orang.
Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
Tetap terhidrasi
Minum air putih atau minuman elektrolit dapat membantu menjaga kondisi tubuh, terutama jika disertai muntah.
Makan dalam porsi kecil
Pilih makanan ringan dan mudah dicerna seperti biskuit, roti, atau pisang.
Konsumsi bahan alami
Jahe atau peppermint dikenal dapat membantu meredakan mual, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Kelola stres dan relaksasi
Latihan pernapasan dalam dapat membantu menenangkan tubuh dan mengurangi rasa mual.
Hindari pemicu
Jika ada aroma atau makanan tertentu yang memperparah mual, sebaiknya dihindari.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari