JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi mengusulkan gerbong khusus wanita di KRL dipindah ke tengah rangkaian.
Usulan itu disampaikan setelah adanya kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam.
“Kalau bisa yang perempuan jangan di depan dan belakang,” kata Arifah kepada wartawan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).
Ia mengaku usulan ini sudah disampaikan secara langsung ke Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia saat menjenguk korban luka akibat insiden ini di RSUD Bekasi. Menurutnya, posisi tengah lebih aman saat insiden. Dia menyebut langkah ini untuk menekan risiko korban perempuan.
"Kalau bisa yang perempuan jangan di depan dan belakang. Jadi kalau bisa di posisi di tengah, jadi posisi paling tengah, untuk gerbongnya ya. Supaya juga lebih safe dan aman," ujar dia.