"Film Pelangi di Mars dengan teknologi Advanced Unreal Engine, tapi digunakan untuk film dengan memberikan pengalaman immersive experience bagi penontonnya," ujar Riefky.
Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut membuat penonton seolah-olah ikut berada di dalam cerita, seperti berada di dalam pesawat luar angkasa hingga menjelajahi planet Mars.
Ia juga menyoroti besarnya kolaborasi dalam produksi film tersebut yang melibatkan sekitar 300 animator dan 500 kru selama lima tahun pengerjaan.
Lebih lanjut, Riefky mengatakan bahwa tren positif juga berlanjut pada 2026.
Hingga awal tahun ini, jumlah penonton sudah mendekati 15 juta tiket dengan sekitar separuhnya menyaksikan enam film nasional yang dirilis saat libur Lebaran, termasuk Pelangi di Mars.