Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Pembasmian Ikan Sapu-Sapu, Ini 5 Fakta yang Jarang Diketahui

Annastasya Rizqa , Jurnalis-Rabu, 01 April 2026 |12:01 WIB
Viral Pembasmian Ikan Sapu-Sapu, Ini 5 Fakta yang Jarang Diketahui
Viral Pembasmian Ikan Sapu-Sapu, Ini 5 Fakta yang Jarang Diketahui (Foto: Wiki)
A
A
A

JAKARTA – Fenomena menjamurnya ikan sapu-sapu belakangan ramai menjadi perbincangan di media sosial. Ikan yang kerap ditemukan di sungai-sungai perkotaan, termasuk Jakarta, bahkan diburu dan dibasmi karena dianggap sebagai hama yang merusak ekosistem.

Secara ilmiah, ikan sapu-sapu dikenal sebagai Pterygoplichthys, salah satu spesies ikan invasif yang dinilai berbahaya. Kehadirannya dapat mendominasi perairan, merusak habitat alami, hingga mengancam kelangsungan ikan lokal.

Meski sering dianggap sebagai “ikan pembersih”, ternyata ikan ini menyimpan sejumlah fakta menarik yang belum banyak diketahui. Berikut ulasannya:

Fakta Ikan Sapu-Sapu

1. Berasal dari Amerika Selatan

Ikan sapu-sapu merupakan spesies asli dari kawasan Amerika Selatan, terutama di wilayah Sungai Amazon. Penyebarannya ke berbagai negara, termasuk Indonesia, terjadi akibat aktivitas manusia, baik disengaja maupun tidak.

2. Dijuluki Ikan Pembersih

Ikan ini dikenal sebagai “cleaner fish” karena kebiasaannya memakan alga, lumut, dan sisa makanan di dasar air. Mulutnya berbentuk penghisap, sehingga memudahkan mereka menempel di permukaan seperti kaca atau batu.

3. Memiliki Tubuh Berlapis Pelindung

Berbeda dari ikan pada umumnya, tubuh ikan sapu-sapu dilapisi struktur keras menyerupai perisai. Hal ini membuatnya lebih tahan terhadap serangan predator.

4. Tahan Hidup di Lingkungan Ekstrem

Ikan sapu-sapu memiliki kemampuan bertahan hidup di kondisi air yang kotor dan minim oksigen. Bahkan, mereka dapat mengambil oksigen langsung dari udara, sehingga tetap hidup di perairan tercemar.

5. Dianggap Hama Invasif

Populasi ikan sapu-sapu yang tidak terkendali membuatnya dikategorikan sebagai spesies invasif di banyak wilayah. Mereka berkembang biak dengan cepat, tidak memiliki predator alami, serta kerap memakan telur ikan lain, yang menyebabkan penurunan populasi ikan lokal.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement