Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Cara Mengatasi Microsleep saat Berkendara di Arus Balik Lebaran

Annastasya Rizqa , Jurnalis-Jum'at, 27 Maret 2026 |15:13 WIB
5 Cara Mengatasi Microsleep saat Berkendara di Arus Balik Lebaran
5 Tips Atasi Microsleep saat Berkendara di Arus Balik Lebaran (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Perjalanan arus balik Lebaran telah dimulai. Banyak masyarakat berbondong-bondong kembali ke Jakarta setelah liburan Idul Fitri.

Di balik arus balik, ada risiko besar yang kerap diabaikan, yaitu microsleep saat berkendara. Microsleep merupakan kondisi ketika seseorang tertidur singkat selama beberapa detik tanpa disadari, biasanya akibat kelelahan atau kurang tidur.

Dalam situasi berkendara, kondisi ini sangat berbahaya karena dapat membuat pengemudi kehilangan fokus, bahkan kendali atas kendaraan dalam waktu singkat. Terlebih saat arus balik, ketika jalanan padat, waktu tempuh lebih lama, dan kondisi fisik mudah menurun, risiko microsleep meningkat drastis.

Oleh karena itu, penting bagi setiap pengemudi untuk memahami cara mengatasi dan mencegah microsleep agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.

Berikut lima cara mengatasi microsleep saat berkendara di arus balik Lebaran:

1. Istirahat Secara Berkala

Mengemudi dalam waktu lama tanpa jeda dapat membuat tubuh dan otak kelelahan. Disarankan untuk berhenti setiap 2–3 jam di rest area atau tempat aman lainnya. Gunakan waktu istirahat untuk meregangkan otot, berjalan sejenak, atau tidur singkat selama 15–30 menit. Istirahat yang cukup terbukti efektif mengembalikan konsentrasi dan mengurangi rasa kantuk.

2. Pastikan Tidur Cukup Sebelum Berangkat

Kualitas tidur sebelum perjalanan sangat menentukan kondisi tubuh selama berkendara. Usahakan tidur minimal 6–8 jam pada malam sebelum berangkat. Hindari begadang, terutama jika akan menempuh perjalanan jauh. Tubuh yang segar membantu menjaga refleks dan fokus tetap optimal di jalan.

3. Konsumsi Kafein dengan Bijak

Minuman berkafein seperti kopi atau teh dapat membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara waktu. Namun, kafein sebaiknya dikonsumsi secukupnya dan tidak dijadikan solusi utama. Efeknya hanya bertahan beberapa jam, sehingga tetap perlu diimbangi dengan istirahat yang cukup.

4. Ajak Penumpang untuk Berinteraksi

Jika tidak berkendara sendirian, manfaatkan kehadiran penumpang untuk menjaga kewaspadaan. Mengobrol ringan atau mendengarkan cerita dapat membantu otak tetap aktif. Jika memungkinkan, lakukan pergantian pengemudi agar tubuh tidak kelelahan.

5. Kenali dan Respons Cepat Tanda Microsleep

Tanda-tanda microsleep biasanya muncul sebelum kondisi ini terjadi, seperti sering menguap, mata terasa berat, sulit fokus, atau tidak mengingat beberapa detik terakhir perjalanan. Jika mengalami gejala tersebut, segera menepi dan beristirahat. Jangan memaksakan diri karena risiko kecelakaan meningkat drastis.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement