Selain karena takut akan menimbun rindu terhadap kucing kesayangannya, ia juga mengaku khawatir kucingnya tidak ada yang menjaga dan mengurus selama ia mudik.
“Karena kucingnya di rumah enggak ada yang jagain, mudiknya lama. Jadi nanti kasihan, suka sakit. Jadi saya bawa,” ucap dia.
Bagi Ayu, kucing bernama Miko itu bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan teman setia yang selalu menempel dan menemani kesehariannya. Rasa sayang yang mendalam membuatnya tak tega membiarkan kucing kesayangannya kesepian, bahkan ia berencana mengajak kucingnya ikut serta dalam kemeriahan hari Lebaran di kampung halaman.
"Kesayangan banget ini. Iya (sering nempel), saya bawa tidur kadang," cetus Ayu.
Terlebih, kucingnya itu memiliki sifat manja kepada Ayu yang membuat mereka sulit terpisahkan meski hanya dalam waktu singkat.
“Kucingnya manja, suka ngelus, suka ngeong-ngeong, selalu nempel setiap saat," tambah dia.
Lebih lanjut, Ayu menceritakan tantangan membawa peliharaan selama di perjalanan mudik menuju kampung halaman. Ia mengatakan kucingnya sempat merasa tidak nyaman dan terus bersuara (ngeong), sehingga ia harus mengeluarkan kucing tersebut dari kandang agar tidak stres atau sesak napas.
"Tadi selama di perjalanan rewel banget. Makanya dikeluarin, napas dia kayaknya, biar nggak stres. Ngomong terus di perjalanan, ngeong-ngeong terus tadi di belakang di dalam kandangnya," jelas Ayu.
Meski demikian, ia tetap mempersiapkan kebutuhan dasar peliharaannya baik selama perjalanan ataupun selama nantinya di kampung halaman. Di antaranya adalah asupan makanan dan minuman.
Walaupun peralatan perawatan lengkap tidak dibawa seluruhnya, ia memastikan kebutuhan primer sang kucing terpenuhi selama di Jambi hingga jadwal kepulangannya nanti.
“Persiapannya itu minuman, makanan Whiskas. (Perawatan lain) enggak, jadi cuma dibawa saja," pungkas dia.
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.