2. Turunkan ego sebagai orangtua
Dalam menghadapi anak, orangtua tidak selalu harus merasa paling benar. Menurunkan ego berarti bersedia memahami sudut pandang anak dan tidak langsung menyalahkan mereka ketika terjadi konflik.
3. Dengarkan anak dengan empati
Mendengarkan secara aktif membuat anak merasa aman untuk menyampaikan perasaan atau keluhan. Hal ini juga membantu orangtua memahami penyebab tantrum.
4. Bangun hubungan seperti sahabat
Hubungan yang hangat dan tidak terlalu kaku membuat anak lebih terbuka kepada orangtua. Ketika anak merasa orangtua adalah tempat yang aman untuk bercerita, konflik emosional dapat lebih mudah diselesaikan.
5. Konsultasi dengan tenaga kesehatan jika kewalahan
Jika orangtua merasa kesulitan menghadapi tantrum yang sering atau berat, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau psikolog dapat membantu menemukan solusi yang tepat serta memberikan dukungan bagi keluarga.
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.