Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Dialisis Mandiri CAPD, Alternatif bagi Pasien Gagal Ginjal Selain Cuci Darah

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Sabtu, 14 Maret 2026 |19:27 WIB
Mengenal Dialisis Mandiri CAPD, Alternatif bagi Pasien Gagal Ginjal Selain Cuci Darah
Mengenal Dialisis Mandiri CAPD, Alternatif bagi Pasien Gagal Ginjal Selain Cuci Darah (Foto: Freepik)
A
A
A

Di tengah peningkatan jumlah pasien tersebut, layanan dialisis di Indonesia masih didominasi oleh hemodialisis. Selama periode 2022 hingga 2024, jumlah pasien yang menjalani terapi ini tercatat mencapai 134.057 orang.

Lonjakan jumlah pasien juga berdampak pada peningkatan beban pembiayaan yang ditanggung BPJS Kesehatan. Biaya layanan dialisis meningkat dari sekitar Rp6,5 triliun pada 2019 menjadi Rp11 triliun pada 2024.

Mengenal Terapi CAPD

CAPD menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan hemodialisis. Pada terapi ini, pasien memasukkan cairan dialisat melalui kateter yang dipasang di rongga perut. Cairan tersebut berfungsi menyerap zat sisa metabolisme dari darah.

Setelah beberapa jam, cairan tersebut kemudian dikeluarkan dan diganti dengan cairan baru. Proses ini biasanya dilakukan tiga hingga empat kali dalam sehari secara mandiri di rumah.

Dengan metode tersebut, pasien memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja.

Dari sisi pembiayaan, terapi CAPD telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023 sebagai tarif non-Indonesian Case Based Groups (non INA-CBG). Besaran tarifnya sekitar Rp8 juta per bulan yang mencakup bahan habis pakai, jasa pelayanan medis, serta distribusi logistik terapi ke rumah pasien.

Sementara itu, klaim BPJS untuk terapi hemodialisis melalui skema INA-CBG berkisar antara Rp820 ribu hingga Rp1,2 juta per sesi, tergantung kelas rumah sakit dan wilayahnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement