“YCT-529, pil kontrasepsi untuk laki-laki. Cara kerjanya beda dari pil KB perempuan. Kalau pil KB perempuan itu hormonal, mempengaruhi estrogen dan progesteron supaya tidak terjadi ovulasi. YCT-529 ini non-hormonal yang berarti tidak mengganggu hormon seperti testosteron,” jelas Farhan.
Nantinya, pil ini dapat menahan reseptor vitamin A di testis yang disebut retinoic acid receptor alpha sebagai bagian penting dari produksi sperma agar prosesnya berhenti sementara.
“Karena vitamin A itu esensial atau penting untuk proses produksi sperma. Jadi kalau diblok reseptornya, vitamin A tidak bisa menempel dan tidak bisa menjalankan proses spermatogenesis. Artinya, produksi spermanya terhenti sementara,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa efek pil ini hanya sementara pada laki-laki. Jika berhenti diminum, maka produksi sperma akan kembali normal. Pil ini menjadi inovasi baru yang sedang dikembangkan, apalagi sudah dilakukan uji coba pada manusia.
“Kata kuncinya, sementara. Begitu stop minum pilnya, kesuburannya balik lagi. Pil ini sudah diuji coba ke manusia dan sudah lolos fase satu. Sejauh ini aman dan ditoleransi dengan baik,” tutur Farhan.
Saat ini, uji coba pil tersebut sudah masuk fase dua dan diperkirakan selesai pada Juli 2026.
“Sekarang lagi jalan fase dua dan diperkirakan selesai Juli 2026. Selama ini perempuan yang selalu menanggung lebih banyak, sekarang laki-laki juga bisa membantu sehingga kontrasepsi bukan hanya tanggungan satu pihak, tetapi menjadi tanggungan bersama,” pungkasnya.
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.