Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mau Turunin Berat Badan? Awas Jangan Sampai Salah Strategi, Ini Kata Dokter

Niko Prayoga , Jurnalis-Senin, 02 Maret 2026 |15:26 WIB
Mau Turunin Berat Badan? Awas Jangan Sampai Salah Strategi, Ini Kata Dokter
Mau Turunin Berat Badan? Awas Jangan Sampai Salah Strategi, Ini Kata Dokter (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Memiliki berat badan ideal menjadi impian banyak orang, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, tak sedikit yang sudah berusaha keras diet menurunkan berat badan tetapi hasilnya tidak kunjung maksimal.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Caleb Leonardo, mengingatkan bahwa proses menurunkan berat badan tidak boleh sembarangan. Menurutnya, strategi yang salah justru bisa membuat hasilnya lambat atau tubuh terlihat terlalu kurus dan kurang sehat.

Melalui unggahan video di akun Instagram @dok.calebspko, dr. Caleb menjelaskan ada dua langkah utama yang perlu dilakukan agar penurunan berat badan tetap sehat dan proporsional.

1. Defisit Kalori

Langkah pertama adalah melakukan defisit kalori, yaitu mengonsumsi kalori lebih sedikit dari kebutuhan harian tubuh. Dalam penelitian yang ia kutip, peserta menjalani pola makan hipokalori dengan pengurangan sekitar 500 kalori per hari.

Defisit kalori membantu tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga berat badan bisa turun secara bertahap.

2. Resistance Training (Latihan Beban)

Langkah kedua yang tak kalah penting adalah resistance training atau latihan beban. Menurut dr. Caleb, latihan ini membantu menjaga massa otot tetap terisi meskipun berat badan turun.

“Pengen turunin berat badan namun tidak terlihat sampai kurus atau bahkan terlihat seperti orang sakit, maka turunin berat badannya harus dengan cara yang tepat. Caranya tetap melakukan defisit kalori dan lakukan latihan beban sehingga ketika kalian turun, ototnya tetap ada berisi jadi terlihat segar,” ujar dr. Caleb.

Ia juga merujuk pada jurnal ilmiah yang dipublikasikan di Frontiers berjudul “Resistance Training as a Key Strategy for High-Quality Weight Loss on Men and Women”.

Dalam penelitian tersebut, peserta dibagi menjadi tiga kelompok:

  • Tidak melakukan latihan
  • Melakukan aerobic training
  • Melakukan resistance training selama 1–18 bulan

Selama periode tersebut, seluruh peserta menjalani defisit kalori sekitar 500 kalori per hari. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok resistance training mengalami penurunan lemak tubuh paling besar dibandingkan kelompok aerobik maupun yang tidak berlatih.

Tak hanya itu, kelompok latihan beban juga mengalami penurunan lingkar perut paling signifikan serta peningkatan fat free mass (massa bebas lemak), yaitu massa otot.

Artinya, latihan beban bukan hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga komposisi tubuh tetap sehat dan berisi.

Dengan strategi yang tepat defisit kalori yang terkontrol dan latihan beban rutin penurunan berat badan bisa lebih optimal tanpa membuat tubuh terlihat terlalu kurus atau kehilangan massa otot.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement