Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Saat Puasa Ramadhan Ingin Makan yang Manis-Manis? Ini Penjelasan Ilmiahnya 

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Minggu, 01 Maret 2026 |11:06 WIB
Kenapa Saat Puasa Ramadhan Ingin Makan yang Manis-Manis? Ini Penjelasan Ilmiahnya 
Kenapa Saat Puasa Ramadhan Ingin Sesuatu yang Manis-Manis? Ini Penjelasan Ilmiahnya. (Ilustrasi: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, kebanyakan orang cenderung ingin makan atau minum sesuatu yang manis seperti kolak, dessert, dan lainnya. Saat puasa, orang cenderung “haus gula” dibandingkan hari-hari biasa.

Ternyata, keinginan kuat terhadap makanan manis saat puasa bukan sekadar soal selera. Ada beberapa alasan utama kenapa tubuh kita sangat menginginkan gula setelah seharian berpuasa. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari verywellhealth, Minggu (1/3/2026). 

1. Tubuh Mencari Energi Cepat Setelah Berjam-Jam Tidak Makan

Saat berpuasa, kadar gula darah (glukosa) secara alami menurun karena tubuh tidak menerima asupan makanan selama berjam-jam. Glukosa adalah sumber energi utama bagi otak dan tubuh.

Ketika waktu berbuka tiba, tubuh secara biologis “mencari” sumber energi yang cepat diserap, dan gula adalah jawaban tercepat. Itu sebabnya minuman manis atau makanan tinggi gula terasa sangat menggoda saat berbuka puasa.

2. Fluktuasi Gula Darah Bisa Memicu Ngidam

Setelah berbuka dengan makanan atau minuman manis, gula darah bisa melonjak dengan cepat. Lonjakan ini sering diikuti penurunan yang juga cepat, terutama jika tidak diimbangi protein, lemak sehat, atau serat.

Naik turun gula darah ini bisa memicu rasa lapar lagi, bahkan ketika sebenarnya kalori sudah cukup. Akibatnya, keinginan makan manis muncul berulang kali sepanjang malam Ramadan.

 

3. Gula Mengaktifkan Reward System di Otak

Makanan manis memicu pelepasan dopamin, zat kimia di otak yang berkaitan dengan rasa senang dan puas. Setelah seharian menahan lapar dan haus, respons dopamin ini bisa terasa lebih kuat.

Secara psikologis, berbuka dengan yang manis juga terasa seperti “hadiah” setelah berpuasa. Perpaduan rasa lapar secara fisik dan emosional ini membuat craving gula semakin terasa.

4. Kurang Tidur

Perubahan jam tidur karena sahur dan ibadah malam juga berpengaruh. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin (hormon lapar) dan menurunkan leptin (hormon kenyang).

Ketidakseimbangan ini membuat tubuh lebih mudah menginginkan makanan tinggi gula dan karbohidrat.

5. Pola Makan Tidak Seimbang Saat Sahur

Jika sahur hanya berisi karbohidrat sederhana seperti nasi putih dalam porsi besar tanpa cukup protein dan serat, gula darah akan naik cepat lalu turun cepat juga. Hal ini bisa membuat tubuh lebih mudah “lapar gula” menjelang berbuka.

(Rani Hardjanti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement