JAKARTA - Masih banyak orang yang terkadang enggan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Padahal, selain karena perintahnya yang diwajibkan oleh agama, puasa di bulan Ramadhan juga memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan tubuh kita.
Meski terlihat sederhana seperti hanya menahan makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, hal tersebut bisa membuat tubuh kita lebih bersih dan organ-organ di dalamnya bisa lebih optimal dalam bekerja.
Influencer kesehatan sekaligus dokter instalasi gawat darurat, Gia Pratama, menyebut bahwa salah satu manfaat puasa bagi kesehatan tubuh adalah detoksifikasi organ bagian dalam. Ia mencontohkan salah satunya seperti organ liver atau yang kerap kita kenal dengan sebutan hati.
Ia mengatakan bahwa hati merupakan organ terbesar manusia di bagian dalam. Selain itu, hati juga merupakan organ manusia dengan tugas dan fungsi paling banyak, hingga mencapai sekitar 500 fungsi. Apalagi, hati memiliki peranan penting dalam menyaring makanan yang sudah kita konsumsi di usus sebelum disalurkan ke seluruh tubuh.
“Karena ternyata teman-teman, hati kita itu organ tubuh dengan fungsi paling banyak, 500-an fungsinya. Dan tanpa sadar, apa pun yang dimakan lewat mulut, pas di usus, diserap itu sebelum ke jantung, semua harus ngelewatin hati dulu. Jadi disortir mana yang bagus buat kita, mana yang enggak buat kita. Makanya 500 fungsinya, metabolisme protein, metabolisme lemak, semua di situ,” kata dr. Gia dalam Podcast Raditya Dika, dikutip Kamis (26/2/2026).
dr. Gia menjelaskan, dengan berpuasa hati mengalami detoksifikasi alami karena beban kerja yang lebih ringan daripada biasanya. Sebab, selama kita berpuasa tidak ada makanan atau minuman yang masuk ke tubuh. Dengan demikian, hati bisa lebih mengoptimalkan fungsi lainnya saat tidak terlalu banyak menyortir asupan dari usus.
“Dengan kita berpuasa, kita seperti mengistirahatkan hati kita. Misalnya punya 500 skill tapi waktu terbatas, coba kalau 300 tugas diistirahatin, bisa optimal dengan 200 skill yang lain kan. Nah, begitu pula hati kita. Dengan kita berpuasa, manfaat lain seperti peleburan lemak atau detoksifikasi tubuh itu lebih optimal saat kita mengistirahatkan hati kita, menjaga makanan dari usus,” jelas dia.
Itulah salah satu contoh yang dijelaskan dr. Gia mengapa puasa sangat memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Apalagi menurut dia, puasa dalam perspektif kesehatan modern kini tidak lagi dipandang sekadar kewajiban agama, melainkan juga sebagai kebutuhan biologis untuk menjaga kebugaran tubuh manusia.
Maka dari itu, dr. Gia berpandangan bahwa anjuran puasa yang tertulis dalam Al-Qur’an, bahkan menggunakan diksi “diwajibkan”, menunjukkan adanya urgensi besar di balik aktivitas puasa di bulan Ramadhan. Di sisi lain, dengan banyaknya fungsi puasa bagi kesehatan tubuh yang terungkap, membuat puasa hari ini bukan hanya bersandar pada ketaatan agama, melainkan juga pada aspek kesehatan.
"Apa kata-kata di sana? Ada di Al-Baqarah ayat 183, kata-katanya ‘diwajibkan’, bukan disarankan, bukan dihimbau. Tapi sekarang penelitian menunjukkan ternyata fungsi puasa itu banyak sekali. Sampai akhirnya tanpa diwajibkan pun pasti manusia akhirnya berpuasa karena begitu banyak fungsi puasa," pungkas dr. Gia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.