Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tren Ramadhan, Gym 24 Jam Kian Diminati Usai Sahur

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 01 Maret 2026 |07:01 WIB
Tren Ramadhan, Gym 24 Jam Kian Diminati Usai Sahur
Tren Ramadhan, Gym 24 Jam Kian Diminati Usai Sahur. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Kebiasaan tidur setelah sahur atau usai shalat Subuh mulai ditinggalkan sebagian masyarakat. Sebaliknya, muncul tren baru yakni memanfaatkan waktu pagi untuk berolahraga di gym 24 jam atau melakukan aktivitas spiritual seperti dzikir dan mengaji.

Konten kreator kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, menyoroti fenomena tersebut sebagai respons atas pola tidur yang kerap “putus nyambung” selama bulan Ramadhan. Menurutnya, tidur kembali setelah sahur dapat mengganggu metabolisme dan ritme biologis tubuh.

Dalam kanal YouTube Tirta PengPengPeng, dr. Tirta menjelaskan bahwa setelah tubuh bangun untuk makan sahur, sistem pencernaan sedang aktif mengolah makanan. Jika seseorang langsung tidur kembali, proses tersebut bisa terganggu.

“Kalau habis sahur tidur lagi boleh? Boleh. Tapi yang terganggu jam tidur sama pencernaan. Itu pasti berantakan,” ujarnya, dikutip Minggu (1/3/2026). 

Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti mesin yang dipaksa mati dan hidup secara mendadak. Siklus tidur yang terpotong lalu dipaksakan kembali dalam waktu singkat justru membuat tubuh terasa lebih lelah saat bangun.

 

Fenomena ini kemudian memunculkan kebiasaan baru di masyarakat. Salah satu yang ia soroti adalah meningkatnya minat berolahraga setelah sahur. Sejumlah fasilitas gym yang buka 24 jam disebut mengalami lonjakan kunjungan pada waktu dini hari hingga pagi.

Menurut dr. Tirta, olahraga ringan hingga sedang setelah sahur bisa menjadi cara efektif menjaga tubuh tetap segar sekaligus membantu proses metabolisme berjalan optimal. Selain olahraga, aktivitas spiritual juga menjadi pilihan banyak orang.

“Memang sunahnya habis sahur disuruhnya ngaji sama zikir. Jadi jangan tidur lagi kalau habis sahur dan Subuhan,” kata dia.

Aktivitas seperti dzikir, membaca Al Quran, atau sekadar refleksi diri dinilai tidak hanya menjaga tubuh tetap terjaga, tetapi juga memberi ketenangan mental sebelum memulai aktivitas harian.

Tren ini menunjukkan perubahan pola hidup selama Ramadhan, di mana masyarakat mulai memaksimalkan waktu pagi sebagai momentum produktif, baik secara fisik maupun spiritual. Dengan menjaga ritme tubuh tetap stabil, diharapkan energi sepanjang hari puasa dapat lebih terjaga.

(Rani Hardjanti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement