Sumber lain seperti kuning telur, hati, serta produk yang telah diperkaya vitamin D seperti susu dan sereal juga dapat menjadi pilihan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian.
Dalam kondisi tertentu, seperti pada individu dengan risiko tinggi defisiensi atau yang memiliki keterbatasan paparan sinar matahari, konsumsi suplemen vitamin D bisa menjadi solusi tambahan.
Namun, penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan agar dosis yang dikonsumsi tetap aman dan sesuai kebutuhan tubuh. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko kekurangan vitamin D dapat diminimalkan sejak dini.
Karena gejalanya bisa samar atau tidak langsung terasa, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami kekurangan vitamin D hingga dilakukan pemeriksaan darah.
Untuk menjaga kadar vitamin D tetap optimal, beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan, seperti dikutip verywellhealth, Minggu (22/2/2026).
1. Mendapatkan paparan sinar matahari secukupnya secara rutin
2. Mengonsumsi makanan yang mengandung atau diperkaya vitamin D
3. Mengonsumsi suplemen jika diperlukan.
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.