Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tips Sahur untuk Penderita GERD, Jalani Puasa Tetap Nyaman

Annastasya Rizqa , Jurnalis-Selasa, 17 Februari 2026 |19:18 WIB
Tips Sahur untuk Penderita GERD, Jalani Puasa Tetap Nyaman
Tips Sahur untuk Penderita GERD, Jalani Puasa Tetap Nyaman (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Menjalani puasa bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) sering kali menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Rasa perih di ulu hati, mual, dada terasa panas (heartburn), hingga tenggorokan terasa asam bisa muncul jika salah memilih menu sahur.

Perubahan pola makan dan jeda waktu yang panjang tanpa asupan juga dapat memicu produksi asam lambung menjadi tidak stabil.

Namun, bukan berarti penderita GERD tidak bisa menjalani puasa dengan nyaman. Kunci utamanya terletak pada pemilihan makanan yang tepat, pengaturan porsi, serta kebiasaan setelah makan sahur.

Dengan strategi yang benar, risiko asam lambung naik dapat diminimalkan sehingga tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.

Tips Sahur untuk Penderita GERD

1. Pilih Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat kompleks lebih lambat dicerna sehingga membantu menjaga energi lebih stabil dan mengurangi risiko asam lambung naik.

Contohnya oatmeal, nasi merah, roti gandum utuh, dan kentang rebus. Hindari makanan yang terlalu berminyak atau digoreng karena dapat memperlambat pengosongan lambung dan memicu refluks.

2. Konsumsi Protein Rendah Lemak

Protein tetap penting saat sahur, tetapi pilih yang rendah lemak agar tidak memicu iritasi lambung. Pilihan yang lebih aman antara lain dada ayam tanpa kulit, ikan kukus atau panggang, tahu, tempe, dan telur rebus.

Batasi makanan bersantan kental atau daging berlemak karena dapat memperburuk gejala GERD.

3. Hindari Makanan dan Minuman Pemicu Asam Lambung

Beberapa jenis makanan dapat melemahkan katup lambung sehingga asam mudah naik. Sebaiknya hindari makanan pedas, cokelat, makanan asam, serta minuman bersoda dan berkafein.

Jika ingin minum teh, pilih teh herbal tanpa kafein seperti chamomile.

4. Makan Secukupnya dan Jangan Terlalu Kenyang

Makan dalam porsi besar saat sahur bisa memberi tekanan lebih pada lambung dan meningkatkan risiko refluks.

Tipsnya, makan dengan porsi sedang dan kunyah makanan secara perlahan. Perut yang terlalu penuh membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.

5. Beri Jeda Sebelum Tidur Kembali

Setelah sahur, jangan langsung berbaring. Beri jeda sekitar 30–60 menit sebelum tidur kembali. Posisi berbaring setelah makan dapat memicu naiknya asam lambung.

Jika ingin beristirahat, usahakan posisi kepala lebih tinggi dari perut dengan menggunakan bantal tambahan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement