Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Imlek Identik dengan Buah Jeruk? Ini Sejarah dan Maknanya

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Sabtu, 14 Februari 2026 |14:03 WIB
Kenapa Imlek Identik dengan Buah Jeruk? Ini Sejarah dan Maknanya
Kenapa Imlek Identik dengan Buah Jeruk? Ini Sejarah dan Maknanya (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Saat Tahun Baru Imlek, buah jeruk hampir selalu hadir di rumah-rumah. Mulai dari jeruk mandarin, jeruk keprok, hingga kumquat, semuanya jadi simbol keberuntungan. Tapi, kenapa jeruk begitu identik dengan Imlek?

Tradisi membawa jeruk saat Imlek berakar dari simbolisme, kepercayaan budaya, dan permainan kata dalam bahasa Tionghoa. Dalam bahasa Mandarin dan Kanton, kata untuk jeruk terdengar mirip dengan kata yang berarti “kesuksesan” atau “kemakmuran”. Karena itulah, memberi dan menerima jeruk dipercaya sebagai doa untuk rezeki dan keberhasilan di tahun yang baru.

Asal-usul Jeruk dalam Tradisi Tiongkok

Penggunaan jeruk dalam ritual sudah ada sejak masa Dinasti Han. Saat itu, buah-buahan tertentu dijadikan persembahan untuk leluhur karena dianggap membawa keberuntungan.

Jeruk yang banyak tumbuh di Tiongkok selatan seperti Guangdong dan Fujian juga dikaitkan dengan kesehatan dan umur panjang. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, kulit jeruk bahkan digunakan untuk membantu pencernaan.

Seiring waktu, terutama pada masa Dinasti Tang dan Dinasti Song, jeruk mulai sering dipajang saat festival musim dingin sebagai simbol kelimpahan. Tradisi ini makin kuat pada masa Dinasti Ming dan Dinasti Qing, hingga akhirnya menjadi bagian penting dalam perayaan Imlek.

Warna oranye keemasan pada jeruk juga dipercaya melambangkan emas dan menarik energi positif (qi) ke dalam rumah.

Makna dari Permainan Kata

Dalam bahasa Mandarin, kata “cheng” (jeruk) terdengar mirip dengan kata yang berarti sukses. Di kalangan masyarakat Kanton, kata untuk jeruk mandarin juga mirip dengan kata “emas”. Karena itulah, jeruk dianggap sebagai simbol rezeki dan kemakmuran.

Tak heran jika saat Imlek, orang tua sering memberikan jeruk kepada anak-anak atau kerabat sebagai doa agar mereka sukses di tahun mendatang.

Etika Memberi Jeruk Saat Imlek

Memberikan jeruk bukan sekadar tradisi, tapi juga punya aturan:

  • Berikan dalam jumlah genap, biasanya sepasang.
  • Hindari angka empat, karena bunyinya mirip kata “kematian”.
  • Pilih jeruk yang segar dan mulus, karena buah yang rusak dianggap pertanda kurang baik.
  • Berikan dengan dua tangan sebagai tanda hormat.

Selain untuk keluarga, perusahaan juga sering membagikan parsel jeruk kepada karyawan dan mitra bisnis sebagai simbol harapan baik.

Jadi, membawa jeruk saat Imlek bukan hanya soal buah, tapi juga doa untuk kesehatan, keberuntungan, dan hubungan yang harmonis di tahun yang baru.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement