Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belajar dari Viral Siswa 4 SD Akhiri Hidup, Ini Pesan Psikolog untuk Orangtua 

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Kamis, 05 Februari 2026 |08:02 WIB
Belajar dari Viral Siswa 4 SD Akhiri Hidup, Ini Pesan Psikolog untuk Orangtua 
Belajar dari Viralnya Siswa 4 SD Akhiri Hidup, Ini Pesan Psikolog untuk Orangtua. (Foto: Trending_Makassar)
A
A
A

JAKARTA - Kasus meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur menyita perhatian publik. Diketahui bocah kelas 4 SD atau berusia 10 tahun itu meninggalkan surat sebelum mengakhiri hidup.

Belum diketahui pasti apa penyebab bocah 10 tahun itu mengakhiri hidup. Namun peristiwa ini menyoroti adanya tekanan emosional yang dirasakan oleh anak dan tidak tersampaikan pada orang tua atau lingkungan sekitarnya.

Psikolog Tegar Tata Utama, S.Psi menilai, anak sering kali menyimpan tekanan emosional. Bukan karena tidak memiliki masalah, melainkan karena merasa takut atau tidak didengar oleh lingkungan sekitarnya. 

Ketika mereka berupaya menyampaikan perasaan berulang kali tapi tidak mendapat respons, maka anak cenderung memilih diam dan memendam semuanya sendiri. Hal ini tentunya berbeda dengan cara orang dewasa menyampaikan perasaannya.

“Anak itu unik. Mereka tidak mengekspresikan tekanan dengan cara orang dewasa. Ketika merasa tertekan, yang muncul justru keinginan dimanja, ingin ditemani, atau sebaliknya menjadi sangat pendiam,” jelas Tegar saat diwawancarai, Rabu (4/2/2026).

Dalam kondisi tertentu, anak bisa membangun asumsi sederhana tapi berbahaya di pikirannya. Misalnya, saat keinginannya tidak terpenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga, anak bukan menyalahkan orang tua, tapi justru merasa dirinya menjadi beban.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement