JAKARTA - Chiki Fawzi gagal menjadi petugas Haji 2026 untuk kedua kalinya. Sebelumnya Chiki sempat mengalami drama dua kali didapuk menjadi petugas haji, namun berujung kandas ke Tanah Suci.
Chiki Fawzi menceritakan awal mula dirinya menjadi petugas Haji setelah ditawari oleh Kementerian Haji untuk menjadi petugas pendamping haji. Petugas haji yang diemban Chiki lewat jalur penunjukan langsung pada 9 Januari 2026.
Chiki bersama konten kreator lainnya kemudian langsung melakukan medical checkup dan kelengkapan administrasi lainnya.
"Beberapa influencer diundang Kemenhaj jadi petugas Haji jalur PL oleh tim Pak Wamen. Jadi, kami memang tidak test," ujarnya
Pemberitahuannya baru beberapa hari sebelumnya, jadi memreka melakukan Medical Check up dahulu untuk keperluan form."Lalu bertemu Pak Wamenhaj," tutur Chika.
Kesempatan ini disambut antusias oleh Chiki, mengingat dirinya pernah mencoba mendaftar secara mandiri tiga tahun lalu namun terkendala urusan birokrasi.
Baginya, tawaran ini adalah perwujudan mimpi lama yang akhirnya terjawab melalui kolaborasi lintas sektor demi kepentingan umat.
"Ketika tawaran itu tiba-tiba ada, aku langsung mau, excited! Karena ingat 3 tahun lalu aku pernah mau daftar tapi bingung di surat rekomendasi eselon 2. Aku belum pernah ikut ujian CAT, bukan tidak lulus. Aku berhusnudzon, I think it's such a nice gesture merangkul semua, apapun barisannya, untuk berkolaborasi hal baik," tambah Chiki.
Meski masuk melalui jalur khusus, Chiki menegaskan bahwa dirinya mengikuti seluruh rangkaian persiapan fisik dan mental secara disiplin.
Setibanya di Tanah Air pada awal Januari, dia langsung menjalani diklat intensif di Asrama Haji dengan fasilitas yang sama dengan petugas lainnya, termasuk tinggal di barak militer.
Sementara itu, terkait perannya di lapangan, Chiki bersama rekan-rekan influencer lainnya ditempatkan pada unit Media Center Haji (MCH) dengan tugas utamanya adalah memproduksi konten informatif.
"Aku dan teman-teman influencers ditempatkan di Tusi MCH. Tugas utama kami memang membuat konten, minimal satu sehari,” pungkas Chiki.
Namun perjalanan dirinya harus terhenti akibat adanya pemberhentian tanpa sebab yang diterima oleh dirinya. Sehingga ia batal menjadi petugas pendamping haji.
(Rani Hardjanti)