Melansir Mayo Clinic, perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami ISK dibandingkan pria. Infeksi saluran kemih yang menyerang kandung kemih dapat menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman. Namun, jika infeksi menyebar hingga ginjal, kondisi ini dapat menjadi serius.
Sebagian besar kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari saluran pencernaan. Bakteri ini dapat masuk ke saluran kemih melalui uretra dan berkembang di kandung kemih. Selain bakteri, infeksi juga bisa dipicu oleh jamur atau virus, meskipun kasusnya lebih jarang.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko ISK antara lain kurang menjaga kebersihan area genital, menahan buang air kecil terlalu lama, kurang minum air putih, penggunaan kateter urine, aktivitas seksual, serta daya tahan tubuh yang lemah.
Gejala ISK dapat bervariasi, tergantung pada bagian saluran kemih yang terinfeksi. Namun, beberapa tanda yang paling sering muncul antara lain:
Penderita merasa ingin buang air kecil terus-menerus meskipun urine yang keluar hanya sedikit.