Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Profil Valentino Garavani, Desainer Legendaris Italia Pendiri Valentino yang Wafat di Usia 93 Tahun

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Rabu, 21 Januari 2026 |12:41 WIB
Profil Valentino Garavani, Desainer Legendaris Italia Pendiri Valentino yang Wafat di Usia 93 Tahun
Profil Valentino Garavani, Desainer Legendaris Italia Pendiri Valentino yang Wafat di Usia 93 Tahun (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA – Valentino Garavani, desainer legendaris asal Italia sekaligus pendiri rumah mode Valentino, meninggal dunia pada usia 93 tahun. Kabar duka ini diumumkan secara resmi melalui pernyataan yayasan yang menaungi namanya.

Valentino Garavani dikenal sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah mode dunia. Ia dijuluki “The Last Emperor” dalam film dokumenter tahun 2008, serta disebut “fashion sheik” oleh John Fairchild, mantan editor Women’s Wear Daily. Sejak mendirikan label Valentino pada 1959, namanya identik dengan kemewahan, keanggunan, dan warna merah khas yang mendunia.

“Di Italia, ada Paus dan ada Valentino,” ujar Walter Veltroni, mantan Wali Kota Roma, seperti dikutip dari The New York Times.

Profil Valentino Garavani

Valentino Clemente Ludovico Garavani lahir pada 11 Mei 1932 di Voghera, sebuah kota kecil di selatan Milan, Italia. Ia merupakan putra dari Teresa dan Mauro Garavani, pengusaha pemasok peralatan listrik.

Valentino tumbuh dekat dengan kakak perempuannya, Wanda Garavani, yang kemudian terlibat dalam bisnis mode keluarga hingga wafat pada 1997. Ketertarikan Valentino pada dunia estetika dan fesyen sudah terlihat sejak kecil. Ia bahkan meminta peralatan makan pribadi serta memperhatikan detail warna dan desain sejak usia dini.

Awal Ketertarikan pada Dunia Mode

Saat remaja, Valentino kerap memesan pakaian khusus agar bisa menentukan warna dan pola sendiri. Ia juga gemar mengganti kancing blazer miliknya demi tampilan yang lebih sempurna.

Keputusan untuk menjadi desainer muncul setelah ia menonton film musikal Hollywood Ziegfeld Girl (1941), yang menampilkan kostum glamor dan mewah. Meski demikian, Valentino baru mengungkapkan cita-citanya kepada orang tua saat berusia 17 tahun.

Pendidikan Mode di Milan dan Paris

Dengan dukungan keluarga, Valentino menempuh pendidikan mode di Milan sebelum melanjutkan studi ke Paris. Ia belajar di École de la Chambre Syndicale de la Couture Parisienne, salah satu sekolah mode paling prestisius di dunia.

“Saya berangkat pada Hari Raya Epifani tahun 1950, bersama keluarga saya yang yakin bahwa Paris berarti api neraka dan kutukan,” ujar Valentino dalam pidato di kampung halamannya pada 2015.

Karier Awal dan Berdirinya Valentino

Setelah lulus, Valentino bekerja selama lima tahun bersama Jean Dessès, desainer ternama yang dikenal mendandani keluarga kerajaan Yunani. Ia kemudian bergabung dengan Guy Laroche sebelum akhirnya kembali ke Roma.

Pada 1959, Valentino membuka studio mode sendiri di Via dei Condotti, Roma, dengan dukungan finansial dari ayahnya dan rekan-rekannya. Langkah inilah yang menjadi awal lahirnya rumah mode Valentino.

Bertemu Giancarlo Giammetti

Tahun 1960 menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Di sebuah restoran di Via Veneto, Valentino bertemu Giancarlo Giammetti, mahasiswa arsitektur yang kelak menjadi pasangan hidup sekaligus mitra bisnisnya. Hubungan ini berperan besar dalam kesuksesan dan ekspansi global Valentino.

Warna Merah Valentino yang Ikonik

Gaun merah menjadi ciri khas Valentino sejak awal kariernya. Inspirasi warna tersebut datang saat ia menyaksikan perempuan-perempuan berbaju merah di pemutaran opera Carmen di Barcelona.

“Merah akan menjadi warna keberuntungan saya,” kata Valentino. Baginya, warna merah bukan sekadar estetika, melainkan simbol keabadian, identitas merek, dan nilai yang melekat kuat pada Valentino hingga kini.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement