Jika menabung tradisional biasanya menggunakan cara disiplin yang ketat seperti menentukan persentase tetap dari gaji, mengurangi semua pengeluaran yang dirasa “tidak perlu”, dan fokus pada tujuan masa depan yang jauh, maka soft saving lebih realistis, dengan prinsip seperti:
Dengan begitu, menabung tidak terasa seperti beban, tetapi menjadi suatu kebiasaan yang mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Cara ini sangat cocok dengan Generasi Z karena tidak memberi tekanan, anggaran lebih fleksibel, dan tetap memperhatikan kesejahteraan mental.
Soft saving bukan sekadar tren, tetapi bukti pergeseran cara pandang Generasi Z terhadap uang dan hidup. Alih-alih mengikuti aturan yang kaku dan membuat stres, mereka memilih cara yang lebih ramah, realistis, dan bisa bertahan dalam jangka panjang.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)